PROTECTING OUR NATURE BY SHOPPING LOCALLY image

PROTECTING OUR NATURE BY SHOPPING LOCALLY.

Earthlings, tahukah kamu kalau produk-produk impor yang kamu beli selama ini merupakan salah satu kontributor perubahan iklim di negara kita? Produk-produk tersebut bisa sampai ke tangan kamu karena sudah melewati alur pengiriman lintas negara yang panjang, mulai dari menggunakan pesawat sampai dengan kapal. Transportasi tersebut beroperasi menggunakan bahan bakar fosil, yang mana merupakan salah satu sumber emisi gas rumah kaca terbesar dunia. Produk impor yang terlihat lebih menggoda ternyata punya konsekuensi bagi alam kita. Kalau selama ini kamu belanja barang-barang impor terus, it’s time to stop! Ayo mulai kurangi dan biasakan belanja produk-produk lokal! 

 

Gak ada alasan untuk gak beralih ke produk lokal, karena selain negara kita punya segudang produk lokal yang kualitasnya patut diadu dengan produk impor, belanja produk lokal memberikan banyak kelebihan terutama bagi lingkungan, lho! Penasaran apa saja? Simak poin-poinnya di bawah ini, ya!

 

Ilustrasi pasar lokal. (Photo by Caio from Pexels)


 

  • Memajukan perekonomian lokal

 

Ilustrasi belanja seafood di pasar lokal. (Photo by Quang Nguyen Vinh from Pexels)

 

Saat kamu membeli produk dari bisnis lokal, uangnya akan diinvestasikan pada perkembangan ekonomi bisnis-bisnis lokal lainnya karena seringkali sebuah pemilik bisnis lokal akan mengambil bahan baku dari produsen lokal. Itulah mengapa, apresiasimu terhadap produk lokal akan sangat membantu perkembangan ekonomi lokal menjadi lebih pesat.

 

 

  • Membantu terciptanya lapangan pekerjaan

 

Ilustrasi tenaga kerja produksi kopi. (Sumber: ekonomi.bisnis.com

 

Bisnis lokal terutama skala kecil seperti bisnis rumahan, adalah pembuka lapangan pekerjaan terbesar secara nasional karena membutuhkan banyak tenaga dalam proses produksinya. Misalnya, bisnis rumahan yang memanfaatkan hasil panen untuk disulap menjadi produk makanan akan menjadi lapangan pekerjaan bagi warga setempat yang tidak mempunyai pekerjaan, khususnya ibu rumah tangga. Jika bisnis berjalan lancar karena tingginya permintaan produk, tenaga kerja akan dibutuhkan dalam waktu yang lama, sehingga bisnis tersebut dapat menjadi sumber pendapatan utama atau sampingan warga lokal.

 

  • Mengurangi jarak tempuh produk (food miles)

 

Ilustrasi panen produk untuk dijual ke pasar. (Photo by ArtHouse Studio from Pexels)

 

Salah satu hal paling penting dari belanja produk-produk lokal adalah kamu bisa membantu melindungi lingkungan dengan mengurangi jarak tempuh makanan. Jarak tempuh makanan atau food miles adalah jarak yang ditempuh oleh suatu produk dari proses produksi sampai ketika produk tersebut sampai di tangan konsumen. Acuan food miles adalah seberapa banyak bahan bakar yang digunakan selama proses tersebut, sehingga food miles digunakan sebagai salah satu faktor dalam uji coba dampak lingkungan dari suatu produk. Dengan begitu, produk lokal sudah pasti memiliki food miles yang lebih aman karena tidak melibatkan proses impor yang panjang. 

 

  • Akses lebih terjangkau

 

Ilustrasi seorang ibu berjalan kaki ke sebuah pasar tradisional. (Photo by Maurício Mascaro from Pexels)

 

Supermarket biasanya terletak di pusat kota, sehingga alternatif yang paling dekat adalah pasar lokal atau pasar tradisional yang ketersediaan produknya cukup lengkap. Mulai dari hasil panen petani setempat sampai hasil tangkapan nelayan yang masih segar, pasar lokal bisa mencukupi kebutuhan pokok tanpa mengharuskan kamu menempuh jarak jauh dengan kendaraan yang hanya akan meningkatkan konsumsi bahan bakar dan jejak karbon. 

 

  • Produk lebih segar dan bebas bahan kimia

 

Ilustrasi buah-buahan segar. (Photo by Mark Stebnicki from Pexels) 

 

Membeli produk lokal, terutama bahan-bahan makanan, akan menjamin kamu mendapatkan produk yang masih segar. Hal utama yang membuat para produsen lokal unggul adalah mereka mengutamakan originalitas produk sehingga proses produksi bebas dari bahan kimia seperti antibiotik dan pestisida. Kamu akhirnya mendapatkan produk organik yang selain baik untuk kesehatan, juga baik untuk lingkungan karena tanaman dan lingkungan sekitar bebas dari bahan kimia berbahaya serta potensi polusi lingkungan seperti polusi air, udara, dan tanah. Selain itu, jarak tempuh produk yang pendek akan menghasilkan lebih sedikit sampah karena produk dibawa langsung ke pasar lokal untuk dijual setelah dipanen.



  • Melindungi lahan dan lingkungan sekitar

 

Ilustrasi lahan produksi sayur-sayuran. (Photo by Soo Ann Woon from Pexels)

 

Membeli produk lokal berarti kamu mendukung para produsen lokal untuk terus beroperasi. Lahan produksi akan tetap dikelola untuk kepentingan proses produksi produk-produk lokal sehingga dapat menghindari alih kuasa lahan oleh produsen besar yang akan merugikan bagi masyarakat sekitar akibat dari perluasan lahan untuk pembangunan gedung yang lebih besar serta bagi lingkungan sekitar, terutama bagi hewan dan tumbuhan yang akan kehilangan tempat tinggalnya. 

 

Semoga setelah mengetahui kelebihan membeli produk-produk lokal di atas, kamu menjadi lebih tertarik untuk belanja produk lokal dan ikut melindungi lingkungan bersama teman-teman yang sudah lebih dulu beralih ke #buylocal, ya! 

 

 
EARTHLING is proudly an Indonesian brand, currently based in Surabaya, East Java. We aim to boost our local economy and provide job opportunities to our closest surroundings! Learn more about our brand by clicking here.


References: 
Green Business Bureau | Buying Local: Understand the Pros and Cons of Striving to Purchase your Goods Locally 
GoGreen | The Environmental Benefits of Buying Locally 
The Local Good | Top 10 Reasons to Shop Local 


This article is written by Amalia Diva.


MENGENAL KEYSTONE SPECIES DAN PENGARUHNYA BAGI EKOSISTEM image

MENGENAL KEYSTONE SPECIES DAN PENGARUHNYA BAGI EKOSISTEM.

KEYSTONE SPECIES, APAKAH INI?

Keystone species atau spesies kunci adalah organisme apapun—mulai dari hewan sampai bakteri—yang berperan dalam menjaga kestabilan suatu ekosistem. Organisme keystone species tidak harus yang berjumlah paling banyak dalam suatu ekosistem, namun ketiadaan mereka akan mengacaukan struktur dan fungsi ekosistem. Tidak ada organisme lain yang dapat menggantikan peran keystone species, sehingga ekosistem akan diubah secara paksa oleh organisme yang berusaha mendominasi peran keystone species setelah ketiadaannya. Itulah mengapa, kebanyakan organisme keystone species adalah hewan yang mempunyai pengaruh besar dalam jaring makanan.

 

Tidak ada organisme lain yang dapat menggantikan peran keystone species, sehingga ekosistem akan diubah secara paksa oleh organisme yang berusaha mendominasi peran keystone species setelah ketiadaannya.

TERNYATA BEGINI AWAL DITEMUKANNYA KEYSTONE SPECIES

 

Pisaster ochraceus, spesies bintang laut yang disingkirkan oleh Robert Paine. (Sumber: niabizoo.com

 

Robert Paine, seorang ahli ekologi terkenal, melakukan eksperimen di Teluk Makaw, Washington, pada tahun 1960an. Ia menyingkirkan satu spesies bintang laut di satu area spesifik teluk dengan tujuan untuk memahami jaring makanan pada ekosistem pasang surut teluk. Tidak membutuhkan waktu lama, rupanya tindakan Paine mengubah seluruh ekosistem dengan cepat. Paine akhirnya paham bahwa ada spesies tertentu yang memegang peranan sangat besar dalam keseluruhan struktur dan fungsi suatu ekosistem. Sementara organisme lain tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ekosistem mereka, terdapat organisme yang dapat merobohkan seluruh ekosistem dengan ketiadaan mereka. Begitulah kemudian Paine menciptakan istilah keystone species untuk organisme vital ini. 

 

JENIS KEYSTONE SPECIES DAN PENGARUHNYA BAGI EKOSISTEM 

 

Ilustrasi keystone species mutualis. (Photo by Skyler Ewing from Pexels)

 

Umumnya, para ilmuwan mengkategorikan keystone species menjadi tiga jenis, yaitu:

#1 Predator 

Keystone species jenis predator berperan mengendalikan populasi spesies mangsa. Predator mempengaruhi kuantitas hewan dan tumbuhan dalam jaring makanan. Jika tidak ada predator dalam suatu ekosistem, maka spesies mangsa akan meningkat drastis, mendominasi organisme lain sehingga keragaman spesies dalam suatu ekosistem menjadi berkurang. Fenomena tersebut merupakan trophic cascades atau kaskade trofik, yaitu efek samping terhadap struktur suatu ekosistem ketika terdapat salah satu spesies yang bertambah atau berkurang populasinya sehingga terjadi ketidakseimbangan pada jaring makanan ekosistem tersebut. 

 

Ilustrasi serigala di Taman Nasional Yellowstone. (Sumber: phys.org

 

Fenomena kaskade trofik karena kelangkaan predator pernah terjadi di Taman Nasional Yellowstone pada akhir tahun 1800an. Taman Nasional Yellowstone awalnya merupakan rumah bagi para serigala sebagai predator puncak dalam jaring makanan, yang berarti mereka berada pada tingkat paling atas dalam jaring makanan ekosistem di Taman Nasional Yellowstone—singkatnya, serigala adalah keystone species dalam ekosistem Taman Nasional Yellowstone. Namun, perburuan serigala menyebabkan populasi mereka musnah di tahun 1920an, Taman Nasional Yellowstone pun bebas dari serigala dan ekosistem taman kehilangan keystone species-nya. 

 

Efek hilangnya populasi serigala baru dirasakan setelah populasi rusa meledak. Kawanan rusa tidak perlu berlindung dari pemangsa mereka sehingga kemudahan mencari makanan menyebabkan sumber daya alam di taman berkurang dengan cepat dan berujung pada beberapa masalah lingkungan di ekosistem taman. Permasalahan tersebut diantaranya; lapisan atas tanah menjadi kering karena kehilangan tanaman penutupnya, kerusakan pohon dan tanaman lainnya menyebabkan kenaikan suhu pada danau dan sungai, serta erosi pada tepian sungai karena lahan basah kehilangan tanaman yang menahan tanahnya.

 

Akhirnya, para ahli biologi merespon permasalahan tersebut dengan mengirim kembali delapan serigala ke Taman Nasional Yellowstone pada tahun 1995. Walau cukup memakan waktu untuk menunggu para serigala beradaptasi, ekosistem taman kembali pulih melalui perubahan seperti populasi rusa menurun serta tumbuhan kembali hidup subur.  

 

 Ilustrasi serigala sebagai keystone species predator. (Sumber: yellowstonepark.com

#2 Insinyur Ekosistem 

Spesies hewan yang termasuk dalam jenis keystone species ‘insinyur ekosistem’ adalah organisme yang menciptakan, mengubah, atau menghancurkan sebuah habitat dalam suatu ekosistem. Insinyur ekosistem mempengaruhi aktivitas organisme lain serta membentuk keanekaragaman hayati suatu ekosistem secara keseluruhan. 

 

Ilustrasi berang-berang membangun bendungan. (Sumber eandt.theiet.org)  

 

Berang-berang merupakan keystone spesies yang termasuk dalam jenis insinyur ekosistem ini. Di Amerika Utara, berang-berang menjadi insinyur ekosistem di hutan dengan membangun lahan basah dan kolam baru tanpa henti melalui bendungan dan pondok yang mereka ciptakan. Berang-berang merupakan insinyur ekosistem yang luar biasa, mereka produktif bekerja dan membangun bendungan dengan membawa lumpur dan batu menggunakan cakar depan, serta menggunakan gigi mereka untuk membawa kayu. Bendungan yang dibangun oleh berang-berang mengalihkan air sungai serta mengubah sungai kecil menjadi kolam dan danau sehingga dapat digunakan oleh hewan dan tumbuhan lain untuk berkembang dan bertahan hidup. Selain itu, berang-berang membangun bendungan dengan mengambil pohon yang sudah tua atau mati di sepanjang tepian sungai sehingga membantu ekosistem sungai dan memungkinkan pohon baru yang lebih sehat tumbuh lebih subur. 

 

#3 Mutualis

Keystone species ‘mutualis’ adalah saat dua atau lebih spesies organisme dalam suatu ekosistem mengandalkan satu sama lain untuk bertahan hidup, dengan kata lain terjadi simbiosis mutualisme, yaitu hubungan saling menguntungkan antara satu spesies dengan spesies lainnya. Interaksi timbal balik antar mutualis ini akan rusak apabila salah satu spesies mengalami kepunahan, yang juga akan merusak keseluruhan ekosistem pada habitat hewan jenis keystone species mutualis ini. Bukan antara predator dengan mangsanya, hubungan antar spesies pada jenis keystone species mutualis ini banyak terjadi antara hewan penyerbuk dengan tumbuhan. Hewan penyerbuk seperti kupu-kupu dan lebah, membutuhkan serbuk sari dari bunga untuk makanan sehingga dalam proses mengumpulkan makanan mereka dapat menyerbuki spesies bunga yang berbeda sekaligus. Namun, terdapat spesies bunga yang hanya bisa diserbuki oleh spesies hewan penyerbuk tertentu, seperti yang terjadi pada kasus burung kolibri, sehingga penyerbukan spesies bunga yang bergantung pada burung kolibri akan terkena dampaknya apabila burung kolibri punah. 

 

Ilustrasi burung kolibri sedang menghisap nektar. (Photo by Djalma Paiva Armelin from Pexels)

 

Burung kolibri adalah penyerbuk yang giat mencari makanan sepanjang hari, mereka mengunjungi banyak bunga berbeda demi mendapatkan nektar. Seekor burung kolibri yang lapar akan mengunjungi sekitar 1.000 sampai dengan 3.000 bunga per hari untuk mendapatkan nektar agar dapat memenuhi kebutuhan kalori serta bahan bakar metabolisme tubuh mereka yang cepat. Frekuensi burung kolibri untuk mencari makan yang tinggi ini menjadikan burung kolibri sebagai spesies burung yang ideal untuk membantu penyerbukan. Itulah mengapa, peran mereka sangat penting dalam penyerbukan untuk memudahkan reproduksi berbagai jenis bunga. Bahkan, banyak bunga yang telah berevolusi dengan mengembangkan karakteristiknya agar dapat menarik burung kolibri untuk hinggap. Bunga-bunga tersebut kebanyakan ditemukan di daerah rawan hujan seperti hutan hujan di dataran rendah serta hutan berawan di pegunungan tropis.

Para ilmuwan menyatakan banyak bunga di daerah tersebut yang mengandalkan burung kolibri sebagai hewan penyerbuk karena lebah dan serangga terbang lainnya tidak bertahan dengan baik di daerah rawan hujan. Maka dari itu, burung kolibri yang hidup di daerah tersebut merupakan hewan endemik—hewan yang hanya ada di suatu daerah tertentu—yang bergantung pada keberadaan bunga-bunga di daerah tersebut untuk bertahan hidup. Entah itu burung kolibri atau bunganya, mereka sama-sama tidak akan bertahan jika salah satu spesies punah. 




References: 

NRDC | Keystone Species 101

National Geographic | Keystone Species

Treehugger | What Is a Trophic Cascade? Definition and Ecological Impact 

National Geographic | Role of Keystone Species in an Ecosystem 

National Park Service | Acadia's North American Beaver: The Ultimate Keystone Species 

Greentumble | What Effect Do Keystone Species Have on an Environment? 

ScienceNordic | Hummingbirds are ecological super-specialists 

Birdwatching Buzz | Do Hummingbirds Pollinate? 



This article is written by Amalia Diva. 

LESTARIKAN LINGKUNGAN DENGAN JUNK REMOVAL RUMAHMU! image

LESTARIKAN LINGKUNGAN DENGAN JUNK REMOVAL RUMAHMU!.

JUNK REMOVAL ITU APA, SIH? 

Junk removal adalah kegiatan membersihkan dan menyingkirkan berbagai jenis sampah terutama limbah padat, mulai dari rongsokan, barang bekas, maupun barang tidak terpakai yang harus kamu singkirkan karena memakan terlalu banyak ruang. Junk removal akan sangat membantu saat kamu harus decluttering—membuang barang yang tidak perlu untuk menghemat tempat—ruangan di rumah. 

Ilustrasi junk removal. (Sumber: blog.renovationfind.com

KENAPA HARUS JUNK REMOVAL?

Di rumahmu pasti ada tumpukan barang berdebu yang tidak pernah digunakan lagi dalam 5 tahun terakhir, bukan? Sstt, sebenarnya itu sudah masuk kategori sampah, lho, lebih baik disingkirkan dan dibersihkan!

 Lalu, sadarkah kamu bahwa kebiasaan itu lama kelamaan akan membuat rumahmu menyerupai gudang rongsokan? Selain itu, rumah yang penuh sesak dengan barang, terutama barang bekas, rusak, atau tidak pernah digunakan, secara tidak langsung berpengaruh pada kesehatan mental, lho! Gak cuma itu, lingkungan ikut kena dampaknya kalau kamu tidak mengelola dan membuang barang tersebut dengan benar. Beberapa masalah lingkungan di bawah ini akan semakin parah jika kamu salah dalam mengelola dan membuang sampah.



  • Pencemaran tanah

Ini adalah masalah utama yang terjadi akibat kesalahan dalam mengelola sampah. Sampah di rumahmu seringkali hanya ditumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) tanpa pengelolaan yang tepat Tumpukan sampah tersebut dapat mengeluarkan zat kimia beracun yang mencemari tanah. Zat kimia tersebut kemudian akan merusak tumbuhan di sekitar TPA. Bahkan, kesehatan hewan dan manusia yang mengonsumsi tumbuhan tersebut berpotensi terancam.

  • Polusi air

Zat kimia beracun yang mencemari tanah kemudian akan bocor ke mata air yang menjadi sumber air minum dan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari oleh masyarakat sekitar. Zat kimia beracun tersebut seringkali bercampur dengan limbah cair dan dapat mencemari laut sehingga mengancam kehidupan biota laut serta manusia dan hewan yang mengonsumsinya. 

  • Pencemaran udara

Tumpukan sampah di TPA tidak hanya mencemari tanah dan air, namun juga dapat mencemari udara dari aktivitas pembakaran sampah. Saat dibakar, berbagai zat kimia dalam tumpukan sampah akan menghasilkan gas beracun yang tidak hanya merusak lapisan ozon, namun juga membahayakan kesehatan masyarakat di sekitar TPA.

  • Perubahan iklim

Semakin panasnya bumi ini juga hasil dari kesalahan dalam mengelola sampah. Tumpukan sampah yang menggunung akan membusuk dan mengeluarkan gas rumah kaca yang naik ke atmosfer dan menahan panas di bumi. Itulah mengapa, saat siang hari panasnya terasa semakin terik! 

Empat masalah lingkungan di atas adalah beberapa masalah utama dari sekian banyak masalah lainnya, yang mengharuskan kamu untuk melakukan junk removal sesegera mungkin, Earthlings! 

Ilustrasi polusi udara dari pembakaran sampah di TPA. (Sumber: climatecentral.org

SEDERET METODE JUNK REMOVAL DARI RUMAH 

Ada banyak pilihan yang bisa kamu lakukan untuk mengelola limbah padat di rumahmu. Beberapa metode di bawah ini sangat direkomendasikan dalam mewujudkan junk removal yang ramah lingkungan.

  • Daur Ulang atau Recycling 

Ilustrasi daur ulang. (Sumber: rco.on.ca

Limbah padat yang didaur ulang menjadi sesuatu yang baru akan berkontribusi pada kelestarian lingkungan melalui berbagai aspek, seperti menghemat energi, mencegah tumpukan sampah di TPA bertambah, dan masih banyak lagi. Metode daur ulang memastikan bahwa kamu mengelola sampah tanpa membahayakan lingkungan. Hanya saja, melakukan daur ulang memang tidak bisa sembarangan, terutama untuk barang-barang di dalam rumah. Kamu harus paham jenis limbah padat rumah tangga apa saja yang bisa didaur ulang sebelum memberikannya ke pusat daur ulang.



Umumnya, barang-barang dengan bahan berikut adalah limbah padat rumah tangga yang bisa didaur ulang. 

  • Kertas, misalnya buku, majalah, koran, kartu undangan, dan amplop.

  • Aluminium, contohnya kaleng semprotan nyamuk.

  • Peralatan elektronik, seperti smartphone, laptop, mesin cuci, dan lain-lain.

  • Baterai—jenis sekali pakai dan isi ulang.

  • Plastik, selain kantong plastik ada kaset CD, DVD, serta botol plastik. 

  • Gelas, diantaranya ada tempat selai dan botol saus.

Agar daur ulang lebih efektif dan efisien, terapkan tips-tips di bawah ini!

  • Identifikasi jenis bahan yang diterima oleh pusat daur ulang, agar kamu ikut memudahkan mereka saat memilah dan mengolah sampahnya.

  • Pastikan barang dalam keadaan bersih, cucilah barang bekas tempat makanan dan minuman—kaleng, plastik, gelas, dsb—agar sampah makanan tidak mengkontaminasi barang lainnya, atau barangmu akan langsung di buang ke tempat pembuangan akhir.

  • Lipat dan ratakan sampah kardus, sehingga kamu bisa menghemat tempat untuk barang lainnya.

  • Buat wadah khusus untuk barang yang bisa didaur ulang, agar kamu lebih mudah mengorganisir dan memilah barang tersebut nantinya.

  • Belilah produk yang terbuat dari bahan hasil daur ulang, cara ini mendukung para produsen yang menjalankan praktik bisnis berkelanjutan. Setelah masa pakai produk tersebut habis, produk akan kembali didaur ulang, sehingga siklus jual-beli tidak menghasilkan sampah. 

  • Up-Cycling 



Ilustrasi up-cycling sepatu bot menjadi pot gantung. (Sumber: onyalife.com

Berbeda dengan recycling, metode up-cycling tidak menghancurkan limbah padat untuk digunakan sebagai bahan dasar sebuah produk baru. Up-cycling mengandalkan ide dan kreatifitas untuk mengubah dan menggunakan kembali (reuse) barang bekas menjadi barang baru, khususnya dari segi fungsional. Istilah up-cycling merujuk pada kegiatan DIY (Do It Yourself), namun ciri khas up-cycling adalah hanya memanfaatkan barang bekas saja. 

Contoh up-cycling yang sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari di antaranya mengubah ban bekas menjadi tempat duduk, memanfaatkan sampah botol plastik sebagai pot gantung, mengkreasikan baju-baju bekas menjadi boneka, dan masih banyak lagi. Jenis limbah padat yang bisa digunakan dalam up-cycling juga bervariasi, tergantung sekreatif apa ide yang ingin kamu wujudkan pada limbah padat yang ada di rumahmu.




Simak beberapa tips berikut untuk membantu kamu saat up-cycling, Earthlings!

  • Persiapan yang matang adalah kuncinya. Pastikan kamu memiliki peralatan yang lengkap untuk melakukannya agar proses up-cycling tidak terhenti tiba-tiba karena ada alat yang kurang. 

  • Jangan asal up-cycling, pasti barang bekas di rumahmu penuh debu dan sarang laba-laba yang menempel, kan? Bersihkan dulu barangnya, ya!

  • Gunakan kuas cat berkualitas tinggi, agar bebas dari bulu-bulu yang rontok sehingga warna cat menutup sempurna barang bekasmu. Terlihat seperti baru, deh!

  • Cari inspirasi lewat sosial media. Saat ini konten DIY marak sekali di mana-mana, kamu tinggal mengetik kata kunci yang tepat untuk mendapatkan tutorial DIY yang kamu mau. Setelah itu, tinggal ikuti tutorialnya menggunakan barang bekas yang sudah kamu siapkan. 

  • Donasikan barang yang masih berfungsi dan layak pakai 

Ilustrasi donasi. (Sumber: thespruce.com

Mungkin bagimu limbah padat di rumah sudah tidak ada gunanya lagi. Namun, masih banyak orang kurang beruntung di luar sana yang akan sangat terbantu dengan donasimu. Entah itu baju bekas, celana yang sudah kekecilan, smartphone lama yang tidak terpakai, sofa bekas, dan lain sebagainya, donasikan ke mereka yang membutuhkan. Mulai dari yang terdekat seperti saudara, tetangga, teman-teman kampus, atau ke yang sudah pasti membutuhkan seperti panti asuhan dan organisasi kegiatan amal.

Selain bermanfaat bagi sesama, mendonasikan barang bekasmu akan membantu melestarikan lingkungan karena barang tersebut berakhir di pihak yang membutuhkan. Kamu juga mengurangi terjadinya masalah pencemaran lingkungan seperti yang telah disebutkan sebelumnya.




Ada dua tips untuk memastikan donasi kamu tidak memberatkan bagi yang menerimanya:

  • Konfirmasi kebutuhan target donasi. Tidak sembarangan, kebanyakan organisasi dan panti asuhan mempunyai aturan sendiri tentang barang apa yang bisa dan tidak bisa mereka terima. Begitu juga saat kamu ingin berdonasi ke kerabat dekat, pastikan barang yang kamu berikan ke mereka sesuai kebutuhan, ya.

  • Periksa kondisi barang, jika barangmu sudah berkarat, robek sana-sini, dan rusak, lebih baik didaur ulang saja karena tidak akan bisa digunakan lagi oleh yang menerimanya. Ingat, donasi tidak sama dan bukan representasi dari “membuang sampah pada tempatnya”, ya! Lakukan donasi dengan benar agar barang-barangmu bisa diterima dengan senang hati.

Jika kamu ingin berdonasi, pertimbangkan target donasi dan jenis barangnya seperti contoh di bawah ini:

  • Panti asuhan — pakaian, seragam sekolah, peralatan sekolah (tas, buku, alat tulis), buku cerita, mainan, perlengkapan ibadah (mukena dan peci).

  • Tempat penampungan hewan — handuk dan selimut.

  • Perpustakaan — berbagai jenis buku layak baca. 


JUNK REMOVAL DAN KEUNTUNGANNYA BAGI LINGKUNGAN 

Ada banyak keuntungan yang akan kita berikan pada lingkungan dari penerapan junk removal yang tepat dan konsisten. Berikut adalah beberapa contohnya:

  • Membantu mengurangi polusi air, udara, dan tanah.

  • Meningkatkan kualitas air, udara, dan tanah.

  • Mengurangi emisi gas rumah kaca.

  • Membantu menghemat energi—yang diperlukan saat memproduksi produk baru.

  • Melestarikan sumber daya alam seperti mineral, air, dan kayu, melalui daur ulang (recycling) dan up-cycling.



Empat fakta menarik di bawah ini adalah bukti dari keuntungan junk removal dengan metode daur ulang (recycling). Simak, yuk!

  • Mendaur ulang satu kaleng aluminium dapat menghemat energi sebanyak 95%, yang mana setara dengan menyalakan televisi selama 3 jam.

  • Mendaur ulang satu kotak limbah gelas menghemat energi sebanyak 50%, atau setara dengan menyalakan lampu kapasitas 100 watt selama 4 jam.

  • Kita bisa menghemat 17 pohon dan 7.000 galon air dengan mendaur ulang satu ton kertas.

  • Jika kita mendaur ulang setiap botol plastik bekas, kita akan mencegah bertambahnya 2 miliar ton plastik ke tempat pembuangan akhir.

Cukup mengesankan juga, ya, ternyata keuntungan junk removal bagi lingkungan. Yuk, segera mulai junk removal untuk bantu melestarikan lingkungan dari rumah, Earthlings!



References:

Jiffy Junk | Junk Removal Benefits the Environment – But How? 

Skip the Tip | 10 NEGATIVE EFFECTS OF IMPROPER RUBBISH REMOVAL 

SCA | How to Recycle and Why You Should Do It 

Forge Waste & Recycling | The Waste Management & Recycling Blog 

House Beautiful | Upcycling for beginners: 11 things to know 

BBB | Decluttering and Organizing - A Guide to Used Goods Donations 

UMass Amherst | Office of Waste Management: Environmental Benefits 



This article is written by Amalia Diva.

 

INDUSTRIAL AGRICULTURE, UNTUNG ATAU BUNTUNG? image

INDUSTRIAL AGRICULTURE, UNTUNG ATAU BUNTUNG?.

INDUSTRIAL AGRICULTURE ITU APA, SIH?

Industrial agriculture, atau pertanian intensif merupakan produksi tanaman dan hewan, yang umumnya untuk konsumsi manusia, secara intensif dan besar-besaran dengan melibatkan penggunaan bahan kimia seperti pupuk sintetis dan antibiotik agar memaksimalkan proses produksi dan meminimalkan biaya produksi sehingga mendapatkan keuntungan yang besar.

Industrial agriculture juga melibatkan modifikasi genetik terhadap tanaman, penggunaan pestisida yang berlebihan, eksploitasi lahan, dan bahkan eksploitasi hewan. 

Ilustrasi industrial agriculture. (Sumber: fwi.co.uk

AGAR LEBIH PAHAM, SIMAK CIRI-CIRI INDUSTRIAL AGRICULTURE INI!

Dalam praktiknya, industrial agriculture ditandai dengan hal-hal berikut:

  • Spesialisasi jenis produk

Industrial agriculture hanya fokus pada produksi dan pengelolaan satu jenis tanaman atau hewan. Suatu lahan digunakan berkali-kali untuk menanam jenis tanaman yang sama bertahun-tahun tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap kualitas tanah. Lalu, hewan ternak dipelihara di lahan yang kecil dengan pola makan tidak wajar dan seringkali tidak diberi akses keluar kandang. 

  • Penggunaan skala besar pestisida dan pupuk 

Untuk membuat hasil panen melimpah, praktik industrial agriculture menggunakan pestisida dan pupuk dalam skala besar. Degradasi tanah akibat menanam jenis tanaman yang sama di suatu lahan secara terus menerus juga meningkatkan kebutuhan penggunaan pupuk. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB menyebutkan bahwa permintaan untuk tiga jenis pupuk paling umum yaitu kalium, fosfor, dan nitrogen, diperkirakan akan meningkat hingga 200.000 ton pada tahun ini.

  • Konsolidasi pertanian

Pada tahun 1950 hingga tahun 1997, ukuran lahan pertanian di Amerika diperluas hingga dua kali lipat, sedangkan jumlah lahannya dikurangi. Ini merupakan tanda peralihan, di mana lahan pertanian kecil dengan berbagai jenis tanaman kemudian berada di bawah kuasa perusahaan yang mengontrol sebagian besar lahan pertanian.

  • Melibatkan mesin untuk produksi

Spesialisasi yang sudah dibahas sebelumnya kemudian mengharuskan petani yang terlibat dalam industrial agriculture melakukan aktivitas yang sama terus menerus untuk waktu yang lama di bidang lahan pertanian yang luas. Itulah mengapa penggunaan mesin menjadi pilihan agar pekerjaan efisien.

PERKEMBANGAN INDUSTRIAL AGRICULTURE DARI DULU HINGGA KINI

Sebelum bahas lebih lanjut tentang industrial agriculture, kita bahas dulu secara singkat bagaimana perkembangannya dari abad-abad yang lalu hingga kenyataannya di masa kini, yuk! Jadi, industrial agriculture yang akan kita bahas lebih lanjut setelah ini adalah hasil dari kemajuan teknologi dan penjajahan selama berabad-abad di Amerika. Tiap abad memiliki cirinya masing-masing. Mari ulik satu per satu di bawah ini:

  • Abad ke-16

Di Amerika, abad ke-16 adalah saat perekonomian negara bergantung pada peternakan. Hal tersebut merupakan akibat dari pengaruh para penjajah yang memasuki Amerika dengan memperkenalkan hewan ternak untuk dikonsumsi. Meningkatnya kebutuhan membangun peternakan akhirnya ikut menambah tuntutan lahan yang luas.

  • Abad ke-17

Nah, di abad ini terjadi Revolusi Pertanian Inggris yang menghasilkan metode bertani baru bernama sistem rotasi tanaman. Sistem ini meningkatkan produktivitas pertanian sehingga dapat menambah jumlah pakan ternak.

  • Abad ke-18

Pada abad ini terjadi Revolusi Industri yang menciptakan selective breeding atau pembiakan selektif, yaitu metode untuk menambah ukuran hewan menjadi lebih besar  serta meningkatkan produktivitasnya.

  • Abad ke-20

Sebuah obat bernama prontosil dipasarkan di Inggris untuk digunakan pada hewan dan berlangsung dari tahun 1938. Perkembangan antibiotik di Amerika kemudian semakin meningkat dengan terjalinnya hubungan antara perusahaan farmasi dan perusahaan makanan. Kemudian, terciptalah sulfaquinoxaline sebagai antibiotik pertama yang disetujui untuk dimasukkan dalam pakan unggas. Pada awal tahun 1950-an, penggunaan antibiotik tersebut meluas hingga ke Eropa, namun lebih terkontrol karena tidak dijual terpisah dan hanya bisa dibeli dalam bentuk campuran pakan-antibiotik.

Lalu, di tahun 1970-an, praktik industrial agriculture mulai didukung secara terbuka oleh Sekretaris Pertanian pada saat itu, yakni Earl Butz. Kebijakannya membuat para petani meningkatkan produksi karena harga yang naik di pasaran. Namun, hal itu tak berlangsung lama. Di tahun 1980an, produksi berlebihan membuat harga turun drastis sehingga ribuan petani bangkrut dan berakhir diakuisisi oleh perusahaan pertanian besar.

  • Abad ke-21; masa kini

Saat ini, sebagian besar makanan diproduksi oleh perusahaan besar yang menerapkan praktik industrial agriculture sebagai usaha untuk meningkatkan produksi dengan resiko yang signifikan bagi lingkungan, manusia, serta hewan.

JADI, INDUSTRIAL AGRICULTURE INI SEBENARNYA UNTUNG ATAU BUNTUNG? 

Ilustrasi monokultur jagung. (Sumber: dailykos.com

Sampai sini, kira-kira sudah bisa menyimpulkan belum apakah industrial agriculture ini menguntungkan atau malah merugikan? Sepertinya masih bingung, bukan? Jadi, praktik industrial agriculture ternyata mempunyai konsekuensi yang memberikan dampak buruk pada lingkungan, kesehatan manusia, dan juga kesejahteraan hewan. Wah, terdengar seram, ya? Kok sampai sebegitunya? Cari jawabannya di bawah ini!

  • CAFO: Concentrated Animal Feeding Operation

Ilustrasi hewan ternak di fasilitas CAFO. (Sumber: foodanimalconcernstrust.org

Spesialisasi jenis produk berupa hewan ternak bisa kita sebut dengan CAFO. Fasilitas CAFO mementingkan hasil produksi dan keuntungan ekonomi daripada kesejahteraan hewan ternak. Hewan yang dipelihara dalam fasilitas CAFO kemungkinan besar terkait dengan animal cruelty. Dipelihara dalam jumlah yang sangat banyak, mereka dikurung selama lebih dari 45 hari per tahun dan bukannya dibiarkan merumput atau makan di luar kandang, hewan-hewan tersebut mendapatkan makanannya di dalam kandang.

Sebagai gambaran, sebuah CAFO yang sangat besar biasanya memelihara paling sedikit 1.000 sapi potong, 700 sapi perah, 2.500 babi ukuran besar, atau 82.000 ayam petelur, di satu lahan—terlepas dari ukuran lahan yang memadai atau tidak. Membayangkannya saja sudah membuat kita merasa sesak, bagaimana dengan hewan-hewan tersebut, ya? 

Kemudian, praktik ini memperlakukan hewan semena-mena. Contohnya, ayam-ayam petelur yang dikurung dalam kandang tidak bisa berdiri atau bahkan sekedar berbalik saking sempitnya ruang di kandang, yang otomatis membuat mereka membuang kotoran di tempatnya masing-masing sehingga mereka menderita borok kaki dan luka bakar. Lalu, kondisi tersebut menyebabkan stres yang membuat mereka saling mematuk dan mencabut bulu satu sama lain, sehingga paruhnya dipotong saat ayam masih kecil agar perilaku itu tidak terulang. Miris, ya! 

  • Monokultur 

Ilustrasi monokultur. (Sumber: eos.com

Monokultur adalah penanaman satu jenis tumbuhan di satu lahan yang sama selama bertahun-tahun. Singkatnya, monokultur adalah CAFO versi tumbuhan. Praktik monokultur sangat buruk untuk kesehatan tanah karena dapat menghabiskan nutrisi di dalam tanah hingga kemudian membuat para petani memberikan pupuk sintetis dalam jumlah besar—yang mana juga dapat memperburuk kesehatan tanah dalam jangka panjang. Kemudian, monokultur membuat tanah rentan terhadap erosi karena tanah menjadi gundul di luar musim tanam. Selain itu, praktik monokultur menanam tumbuhan yang sama secara berulang akan mengundang hama untuk menunggu tumbuhan tersebut kembali tumbuh di titik yang sama.

  • GMO: Genetically Modified Organism

Ilustrasi buah organik dan buah hasil GMO. (Sumber: homeremedies.org

Akrab kita kenal sebagai rekayasa genetika, industrial agriculture menggunakan GMO dengan memasukkan gen ke dalam hewan atau tumbuhan untuk mencapai tujuan tertentu. Gen yang digunakan tidak  harus dari tanaman, bisa dari jamur, bakteri, atau hewan. Umumnya, GMO digunakan pada jagung atau kedelai untuk membuat mereka tahan paparan herbisida—bahan kimia untuk memberantas gulma. Namun, strategi ini rupanya membuat gulma tahan terhadap herbisida sehingga mendorong petani memberikan dosis lebih banyak, yang mana berdampak buruk pada lingkungan, terutama pada kualitas tanah. 

  • Resiko racun pestisida

Ilustrasi penggunaan pestisida. (Sumber: panna.org

Nah, poin sebelumnya berhubungan dengan poin ini, di mana para petani yang menggunakan pestisida, bahkan dalam jumlah yang banyak, beresiko terkena masalah kesehatan seperti ruam, iritasi, sakit kepala, koma, bahkan sampai menyebabkan kematian. Resiko kesehatan ini terjadi akibat mereka terpapar oleh pestisida dalam kurun waktu yang tidak sebentar dengan frekuensi yang cukup sering.  

 

  • Resistensi antibiotik

Ilustrasi penyebaran bakteri dari resistensi antibiotik. (Sumber: fairfarmsnow.org

Hewan ternak dalam praktik industrial agriculture diberikan antibiotik dalam jumlah besar, yang lama kelamaan membuat bakteri yang ada di lahan ternak menjadi berkembang dan tahan terhadap antibiotik. Dampak ini tidak hanya buruk bagi hewan, namun juga pada manusia yang mengonsumsi daging hewan ternak tersebut—karena jenis antibiotik yang dipakai dalam praktik industrial agriculture juga digunakan untuk mengobati penyakit pada manusia—sehingga menurunkan kemampuan manusia untuk melawan penyakit.

Nah, lima poin di atas menunjukkan bahwa praktik industrial agriculture ini ternyata cenderung merugikan, dengan kata lain lebih banyak buntungnya daripada untungnya! Mulai dari lingkungan, hewan dan tumbuhan, hingga manusia, semuanya terdampak oleh praktik industrial agriculture ini. Lalu, seberapa parah sih, dampaknya ke lingkungan? Lanjut bahas di bawah ini, ya!

BAGAIMANA INDUSTRIAL AGRICULTURE MERUGIKAN BAGI LINGKUNGAN?

Ilustrasi deforestasi. (Sumber: consciousdimension.wordpress.com

Industrial agriculture berdampak cukup serius bagi kelestarian lingkungan. Selain yang sudah dibahas pada lima poin di atas, kita ulik satu per satu sisanya melalui tiga aspek lingkungan berikut ini, yuk!

  • Polusi air

Melihat jumlah hewan yang dikelola dalam CAFO, tidak mengejutkan bahwa pada akhirnya akan muncul limbah kotoran dan urin hewan dalam jumlah yang sangat besar. Limbah kotoran ini seringkali hanya ditangani dengan menyebarkannya ke seluruh bagian lahan sebagai pupuk. Namun, jumlah yang berlebihan tersebut membuat petani memberikan terlalu banyak sehingga tidak sebanding dengan kebutuhan nutrisi pada tanah, yang akhirnya membuat tanah gagal menyerap seluruh nutrisi dalam limbah dan akhirnya sisa nutrisi rembes hingga ke air tanah bahkan ke saluran air yang kemudian bermuara ke laut. 

Nutrisi yang sampai ke laut kemudian memicu pertumbuhan berlebihan pada alga. Dalam pertumbuhan alga yang berbahaya, racun dapat dilepaskan ke laut sehingga mengancam keselamatan manusia, hewan, dan ekosistem secara keseluruhan. Saat alga akhirnya mati, bakteri aerobik mengurainya menggunakan oksigen, yang kemudian dapat membahayakan kehidupan laut. Tanpa oksigen, air tidak dapat mendukung kehidupan laut lainnya sehingga berpotensi menciptakan ‘zona mati’ pada laut.

Selain itu, cuaca ekstrim dapat membuat tumpukan limbah kotoran yang membentuk danau kecil—laguna—menyebabkan banjir yang mencemari lingkungan sekitar dengan limbah kotoran berbahaya. Hal itu terjadi pada saat Badai Florence di Amerika, September 2018 lalu di mana 110 laguna limbah kotoran babi bercampur dengan limbah lainnya dan mencemari Sungai Cape Fear—sumber air minum mayoritas penduduk di Carolina Utara—dengan 39 juta galon limbah. Duh, parah sekali, bukan?

  • Polusi udara dan emisi gas rumah kaca

Praktik industrial agriculture yang menghasilkan limbah kotoran hewan serta melibatkan penggunaan pupuk sintetis menciptakan amonia—gas transparan yang menjadi racun jika dalam dosis tinggi—yang jika bercampur dengan polutan dari pembakaran dapat menimbulkan aerosol, yaitu kumpulan partikel berbahaya yang tersuspensi di udara dan dapat merusak kesehatan manusia, khususnya sistem pernapasan karena partikel tersebut dapat menembus paru-paru dan memasuki sistem peredaran darah.  

Kemudian, limbah kotoran dari CAFO yang disebarkan di lahan sebagai pupuk bukan hanya akan mencemari air—seperti yang telah dijelaskan di poin sebelumnya—namun juga dapat menghasilkan gas berbahaya bernama hidrogen sulfida. Dalam dosis sedang, gas tersebut dapat menyebabkan sakit kepala, mual, iritasi mata, dan pusing, sedangkan dalam dosis tinggi, gas tersebut berpotensi mematikan. 

Selain itu, CAFO juga berkontribusi sekitar 18% dalam produksi gas rumah kaca secara keseluruhan. Lalu, meskipun karbon dioksida dianggap sebagai jenis emisi rumah kaca yang utama, ternyata limbah kotoran CAFO menghasilkan gas metana dan dinitrogen oksida yang kekuatannya 23 dan 300 kali lipat lebih tinggi daripada karbon dioksida. Ngeri sekali, ya?

Last but not least, praktik monokultur merupakan sumber produksi gas dinitrogen oksida, sama seperti CAFO. Penggunaan mesin dalam proses pengelolaan lahan monokultur juga mengeluarkan karbon dioksida akibat dari penggunaan bahan bakar fosil untuk pengoperasian mesin. Intinya, industrial agriculture punya andil besar dalam perubahan iklim yang kita rasakan sekarang, Earthlings!

  • Deforestasi—penebangan hutan

Kebutuhan lahan yang besar untuk mengelola CAFO dan menjalankan praktik monokultur membuat hutan—yang merupakan sumber kehidupan utama manusia—harus ditebangi. Tak terkecuali hutan hujan Amazon, yang pada Agustus 2019 hingga Juli 2020 lalu sudah dihancurkan seluas 4.281 mil persegi. Jadi, jangan heran jika deforestasi global yang disebabkan oleh praktik industrial agriculture mencapai angka 80%. Angka setinggi itu menggambarkan bahwa sebagian besar hutan kita sudah hilang, yang mana meningkatkan resiko erosi karena jumlah lahan kering semakin bertambah dan lahan hijau malah berkurang. Tak hanya erosi, ragam hayati yang hidup di hutan otomatis ikut kehilangan habitatnya sehingga semakin banyak flora dan fauna yang punah. Sedih, ya. 

Ilustrasi perbandingan deforestasi di hutan Amazon pada tahun 2000 vs 2012. (Sumber: indiatimes.com

Ditambah lagi, praktik industrial agriculture ini ternyata lebih berkontribusi pada berkurangnya jumlah hutan secara permanen dibandingkan dengan kebakaran hutan dan urbanisasi. Lalu, tahukah kamu bahwa di negara kita sendiri, Indonesia, juga kehilangan sekitar 600.000 hektar hutan setiap tahunnya karena praktik industrial agriculture ini! Kenyataan yang menampar, bukan?

DUH, SUDAH SEPARAH ITU MASIH BISA DISELAMATKAN GAK, YA?

Seperti kata pepatah, banyak jalan menuju Roma! Terdapat sederet alternatif untuk memproduksi hewan dan tumbuhan sebagai pangan tanpa mengorbankan lingkungan. Namun, perlu kamu ketahui bahwa sebenarnya praktik bertani dan beternak konvensional yang ramah lingkungan sudah ada sejak 12.000 tahun yang lalu, sedangkan industrial agriculture bahkan belum mencapai usia satu abad. Tapi, semakin merajalelanya industrial agriculture membuat praktik pertanian dan peternakan yang berkelanjutan jadi dianggap sebagai alternatif. Lucu juga, ya.

Kemudian, kamu paham pernyataan bahwa setiap hal punya dua sisi berlawanan, bukan? Nah, jika industrial agriculture adalah hal negatif yang harus kita hindari, kita juga punya sustainable agriculture, atau pertanian berkelanjutan, yang tentunya tidak perlu kita hindari dan malah harus kita terapkan. Dalam pertanian, konsep berkelanjutan harus dilihat dari tiga aspek, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pertanian berkelanjutan dari aspek ekonomi artinya sebuah pertanian harus menghasilkan keuntungan yang berkontribusi pada kekuatan ekonomi. Lalu, pertanian berkelanjutan dari aspek sosial artinya sebuah pertanian harus menegakkan keadilan dengan para pekerjanya serta memiliki hubungan saling menguntungkan dengan masyarakat sekitar. Sedangkan, pertanian berkelanjutan dari aspek lingkungan artinya pengelolaan terstruktur terhadap sumber daya alam yang menjadi fondasi dari praktik pertanian itu sendiri. Sayangnya, industrial agriculture tidak meliputi aspek sosial dan lingkungan, sehingga harus dihentikan jika ingin menyelamatkan lingkungan, Earthlings!

LAKUKAN PRAKTIK SUSTAINABLE AGRICULTURE INI

Ilustrasi biodynamic farming. (Sumber: smart-akis.com

Kita bisa mencapai sustainable agriculture dengan mengandalkan banyak metode, tidak hanya sekedar pertanian organik saja, seperti beberapa metode berikut ini:

  1. Menyatukan peternakan & pertanian (biodynamic farming). Metode ini efisien dan juga menguntungkan karena hewan ternak menjadi dekat dengan sumber makanan mereka dan tumbuhan mendapatkan pupuk alami dari kotoran ternak. 

  2. Menerapkan sistem kurungan dengan intensitas rendah, yang akan membantu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hewan ternak.

  3. Memberi waktu ternak untuk merumput, sehingga dapat mengurangi produksi gas rumah kaca serta mengalihkan hasil tani untuk kebutuhan lainnya, tidak selalu sebagai pakan ternak. Hewan ternak yang merumput juga membantu tanah menjadi lebih sehat.

  4. Meningkatkan pengelolaan limbah kotoran ternak, sehingga mengurangi potensi emisi gas berbahaya seperti hidrogen sulfida, serta potensi pencemaran air. 

  5. Rotasi tanaman, yaitu menanam berbagai macam tanaman di satu lahan—kebalikan dari monokultur. Rotasi tanaman akan membuat tanah menjadi lebih sehat dan memudahkan kontrol terhadap hama. 

  6. Praktik agroforestri, yaitu menggabungkan pertanian dan peternakan dengan pohon. Metode ini bisa dilakukan dengan menanam pohon di area pertanian dan peternakan, atau membangun pertanian dan peternakan di dalam lingkungan hutan. Agroforestri memberikan simbiosis mutualisme; pohon memberikan karbon bagi tanah, menjadikan tanah lebih sehat sehingga hasil panen meningkat dan ternak mendapat pakan berkualitas tinggi. 

  7. Hidroponik dan aquaponik, yaitu metode menumbuhkan tanaman tanpa tanah, namun menggunakan air yang diberikan nutrisi khusus. Selain air, hidroponik menggunakan media tanam non tanah seperti kerikil, pasir kasar, atau sabut kelapa. Sedangkan, aquaponik adalah metode yang menggabungkan teknik hidroponik dengan hewan aquatik seperti ikan. Sistem aquaponik memanfaatkan kotoran dari ikan sebagai pupuk bagi tanaman hidroponik. 

  8. Urban agriculture, atau konsep pertanian perkotaan yang memanfaatkan lahan terbatas di lingkungan sekitar seperti rooftop dan halaman belakang rumah, untuk menanam berbagai jenis tumbuhan seperti sayur, bumbu dapur—bawang, cabai, dll, serta buah-buah seperti stroberi.  

  9. Permakultur, merupakan perencanaan dan pemeliharaan sistem produksi pertanian yang mengutamakan keberagaman, stabilitas, dan ketahanan dalam ekosistem alam sehingga dapat membentuk sistem yang efisien dengan prinsip kerja cerdas bukan kerja keras. Permakultur mencakup praktik seperti memanfaatkan limbah kotoran hewan sebagai pupuk, limbah dapur untuk pakan ternak, menanam tanaman tahunan seperti pohon buah untuk menghindari pengolahan tanah terlalu sering, membangun terasering dan sengkedan untuk konservasi air, dan masih banyak lagi.

Sembilan metode di atas baru segelintir dari sekian alternatif industrial agriculture yang bisa diterapkan oleh kelompok produsen atau pihak yang berwenang atas proses produksi. Lalu, sebagai individu kita bisa apa? Nah, kita bisa berkontribusi untuk menekan praktik industrial agriculture dengan menjalankan peran sebagai konsumen. Peran konsumen krusial karena tanpa konsumen, para produsen tidak akan bisa melanjutkan bisnisnya. 

Beberapa aksi di bawah ini bisa kita lakukan untuk bantu menekan praktik industrial agriculture:

  • Konsumsi lebih banyak makanan nabati atau plant-based.

  • Kurangi konsumsi daging merah, karena seperti yang sudah dibahas sebelumnya, CAFO berkontribusi pada emisi gas rumah kaca yang bahkan jenisnya lebih berbahaya daripada karbon dioksida.

  • Pun kalau ingin membeli daging merah, belilah di produsen yang tidak menggunakan antibiotik berlebihan pada ternaknya. 

  • Beralih ke buah dan sayuran organik! 

  • Buatlah plan meals atau perencanaan menu makanan sebelumnya, agar mengurangi sampah makanan—yang juga merupakan kontributor gas rumah kaca.

  • Belilah dari petani lokal yang menerapkan praktik sustainable agriculture. Ini juga membuat mereka merasa diapresiasi, lho!

  • Buat kebun kecil di rumahmu. Manfaatkan lahan kosong yang ada, atau gunakan metode hidroponik seperti pada poin sebelumnya—yang terpenting, jangan gunakan bahan kimia. Gencarkan gerakan ini dengan mengajak keluarga dan teman-temanmu!

  • Pelajari kebijakan terkait pertanian dan peternakan. Suarakan dukunganmu dengan mengajukan petisi ke pemerintah. Topik yang bisa kamu bahas diantaranya adalah praktik bertani yang ramah lingkungan, pelarangan pestisida kimia, penurunan dosis penggunaan antibiotik pada hewan ternak, dan masih banyak lagi.

References:

  1. NRDC | Industrial Agriculture 101 

  2. Sentient Media | Is Industrial Agriculture Really Making the World a Better Place? 

  3. FoodPrint | How Industrial Agriculture Affects Our Air 

  4. ArcGIS StoryMaps | Environmental Impacts of Industrial Agriculture

  5. Reducetarian | How Industrial Agriculture Is Driving Deforestation In The Amazon 

  6. Greentumble | 10 Sustainable Agriculture Methods and Farming Practices  

  7. Union of Concerned Scientists | What is Sustainable Agriculture? 

  8. NRDC | Industrial Agricultural Pollution 101 

This article is written by Amalia Diva

Hydropower: Infinite Source of Renewable Power image

Hydropower: Infinite Source of Renewable Power.

APA ITU HYDROPOWER?

Hydroelectric power, bisa juga disebut sebagai hydropower atau hydroelectricity adalah suatu bentuk energi yang memanfaatkan kekuatan air mengalir untuk menghasilkan listrik. Di Indonesia, kita akrab menyebutnya sebagai PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air. Hydropower adalah salah satu sumber energi terbarukan yang paling besar dan sudah digunakan sejak lama. Contohnya, lebih dua ribu tahun yang lalu orang Yunani mengubah gandum menjadi tepung dengan menggunakan air mengalir untuk memutar roda penggilingan. 

Hydropower sangat bergantung pada siklus air atau water cycle mengingat air adalah sumber energi utama hydropower. Itulah mengapa mempelajari siklus air cukup penting dalam membantu pemahaman kita tentang cara kerja hydropower.

Siklus air memiliki empat tahap, yaitu:

  • Evaporation; energi matahari memanaskan air di permukaan sungai, danau, dan lautan, yang menyebabkan air menguap.

  • Condensation; uap air mengembun menjadi awan

  • Precipitation; uap air jatuh sebagai presipitasi—hujan dan salju.

  • Collection; curah hujan terkumpul di sungai, lalu bermuara di lautan dan danau, kemudian menguap dan memulai siklus lagi.

Jumlah presipitasi yang mengalir ke sungai, danau, dan laut di wilayah geografis menentukan jumlah air yang tersedia untuk memproduksi hydropower. Perubahan pola curah hujan di tiap musim serta adanya kekeringan dapat berdampak besar pada pelaksanaan produksi hydropower.

Untuk membantu kamu memahami water cycle, perhatikan ilustrasinya di bawah ini, ya! 

Infographic vector created by brgfx 

BAGAIMANA HYDROPOWER MENGHASILKAN LISTRIK?

Hydropower terletak di dekat sumber air untuk memudahkan pengoperasiannya. Kebanyakan hydropower memiliki waduk, gerbang atau katup untuk mengontrol seberapa banyak air yang mengalir keluar dari waduk, serta saluran tempat air berakhir setelah mengalir turun. Air mendapatkan energi potensial tepat sebelum tumpah di atas bendungan atau mengalir menuruni bukit. Energi potensial tersebut diubah menjadi energi kinetik ketika air mengalir menuruni bukit. Air kemudian memutar bilah turbin untuk menghasilkan listrik yang disalurkan ke pembangkit listrik lingkungan sekitar.

Nah, kira-kira seperti inilah proses hydropower saat menghasilkan listrik.

Sumber: electronicslovers.com

Lalu, hydropower terdiri dari tiga jenis fasilitas yaitu impoundment, diversion, dan pumped storage. Beberapa menggunakan bendungan sedangkan sisanya tidak. Kita simak ketiganya di bawah ini, yuk!

Illustrasi Impoundment, Sumber: energy.gov

Ini adalah jenis paling umum dari hydropower. Fasilitas impoundment termasuk dalam sistem hydropower yang berukuran besar, menggunakan bendungan untuk menampung air sungai di waduk. Air yang dilepaskan dari waduk kemudian mengalir melalui turbin, memutar turbin sampai dapat mengaktifkan generator yang menghasilkan listrik. Lalu, air dapat dilepaskan untuk memenuhi kebutuhan lain seperti pengendalian listrik, saluran untuk ikan, dan kebutuhan terkait air lainnya.  

Illustrasi Diversion, Sumber: energy.gov 

Hydropower jenis ini juga disebut sebagai run-of-river, yang mana menyalurkan bagian tertentu dari sungai melalui kanal (penstock) untuk memanfaatkan penurunan alami dari aliran dasar sungai agar dapat menghasilkan energi. Kanal (penstock)—saluran tertutup—berperan menyalurkan aliran air ke turbin dengan aliran air yang diatur oleh gerbang, katup, dan turbin. Pengoperasian hydropower jenis diversion tidak membutuhkan bendungan. 

Illustrasi Pump Storage, Sumber: theconversation.com 

Jenis pumped storage mengoperasikan hydropower seperti baterai raksasa. Pumped storage hydropower, atau PSH, dapat menyimpan listrik yang dihasilkan oleh sumber daya lain—seperti matahari, angin, dan nuklir—untuk digunakan nanti. Fasilitas hydropower jenis ini menyimpan energi dengan memompa air dari waduk yang terletak di ketinggian lebih rendah ke waduk yang terletak di ketinggian lebih tinggi. Ketika kebutuhan listrik rendah, PSH menyimpan energi dengan memompa air dari waduk bawah ke waduk atas. Sebaliknya, saat kebutuhan listrik tinggi, air kembali dilepaskan kembali ke waduk bawah sehingga memutar turbin yang menghasilkan listrik.  

LANJUT BAHAS PROS AND CONS DARI HYDROPOWER, YUK! 

Sumber: im-mining.com

Hydropower telah menjadi sumber energi terbarukan yang paling banyak digunakan selama bertahun-tahun. Namun, sama seperti jenis sumber energi lainnya, tentu saja hydropower memiliki pros and cons—kelebihan dan kekurangan—yang penting untuk diketahui.

Kita mulai dengan mengupas satu-satu pros atau kelebihan hydropower, ya.

  • Hydropower adalah sumber energi terbarukan

Masih ingat dengan siklus air (water cycle) yang kita bahas sebelumnya? Siklus air merupakan elemen penting yang membuat hydropower menjadi energi terbarukan karena menggunakan air sebagai sumber energinya. Water cycle menjadikan air memiliki kemampuan isi ulang sendiri sehingga hydropower tidak akan kehabisan sumber energinya.



  • Hydropower hemat emisi gas rumah kaca

Hydropower tidak melepaskan polutan berbahaya ke udara atau air pada saat menghasilkan daya listrik karena menggunakan air sebagai bahan bakarnya, yang mana membuat hydropower menghasilkan lebih sedikit emisi gas rumah kaca daripada sumber energi lainnya. 

  • Hydropower aman dan dapat diandalkan 

Selain karena tidak menyebabkan polusi dan hemat emisi gas rumah kaca, hydropower aman dioperasikan karena air bisa dikendalikan melalui pelepasan lewat turbin sesuai kebutuhan sehingga bisa menghemat sumber daya yang ada. Hydropower dapat memasok listrik hanya dalam waktu 5 hingga 6 menit saja melalui fasilitas line charging sehingga menjadi penyelamat saat terdapat gangguan listrik di wilayah sekitar. 

  • Hydropower melengkapi sumber energi lainnya

Fasilitas waduk dan bendungan yang dapat menyimpan air memudahkan hydropower menghasilkan listrik kapanpun dibutuhkan sehingga menjadi pelengkap bagi sumber energi lainnya seperti angin dan matahari. Di malam hari saat matahari tidak bersinar maupun saat angin tidak berhembus, hydropower menjadi energi pendukung yang menghasilkan listrik karena ketersediaan air yang selalu ada. Ini menjadikan hydropower sebagai sumber energi yang ekonomis dan praktis.

Kemudian, cons atau kekurangan dari hydropower adalah sebagai berikut:

  • Hydropower merusak habitat hewan & manusia

Pembangunan fasilitas hydropower beresiko merusak lingkungan sekitar karena saat bendungan dibuat, lahan yang sebelumnya kering akan dipenuhi dengan air untuk digunakan sebagai waduk. Ini kemudian membuat manusia dan hewan kehilangan tempat tinggal mereka. Manusia harus pindah karena lahan pemukiman yang digusur, hewan juga dipaksa mencari habitat baru. Selain itu, aliran alami air menjadi terganggu sehingga berdampak buruk pada jalur migrasi ikan untuk berkembang biak. Setelah air berhenti mengalir, hewan-hewan pun tidak dapat lagi mengakses air.      

  • Hydropower perlu pembiayaan yang besar

Projek pembangunan hydropower merupakan projek infrastruktur besar yang memerlukan biaya tidak sedikit karena harus membangun bendungan, waduk, dan turbin penghasil listrik. Meskipun hydropower dapat menyediakan listrik dengan biaya pengelolaan dan pemeliharaan yang rendah untuk 50 hingga 100 tahun setelah dibangun, namun semakin langkanya lokasi yang cocok untuk pembangunan hydropower akan menyebabkan biaya pembangunannya semakin tinggi.  

  • Lokasi pembangunan hydropower terbatas

Hydropower harus berlokasi di sumber air dengan jumlah yang cukup dan dekat dengan saluran listrik. Sulit untuk menemukan lokasi hydropower yang tepat dengan pasokan air untuk sepanjang tahun. Tantangan lainnya adalah bagaimana hydropower harus bisa menyeimbangkan air sungai terus mengalir namun tetap bisa membendung banyak air untuk menghasilkan listrik. Selain itu, lokasi yang sudah memenuhi syarat biasanya jauh dari pusat kota yang menjadi target fasilitasi hydropower. Itulah mengapa cukup sulit menemukan lokasi yang tepat untuk membangun hydropower. 

PENASARAN DENGAN HYDROPOWER TERBESAR DUNIA?

Sumber: reuters.com 

Memiliki kapasitas 34 generator turbin dengan panjang bendungan 2.335 meter serta tinggi mencapai 185 meter, Three Gorges menghasilkan 22.500 megawatts listrik sehingga menjadi hydropower terbesar sekaligus paling produktif di dunia. Hydropower Three Gorges terletak di Provinsi Hubei, Cina tengah, dan dibangun di atas Sungai Yangtze. Hydropower ini telah beroperasi sejak 2003 dan menjadi sumber listrik utama di Cina Timur, Cina Tengah, Provinsi Guangdong di Cina Selatan, dan juga daerah lainnya. Hydropower milik China Three Gorges Corporation (CTGC) ini menciptakan rekor dunia dengan produksi daya tahunan sebanyak 111,8 miliar kilowatt-hours (kWh). Wah, luar biasa sekali, ya? 



INDONESIA PUNYA HYDROPOWER, GAK?

Sumber: rudinazar.com 

Tentu, dong! Bahkan, salah satu hydropower kita menjadi yang terbesar se-ASEAN, lho! Hydropower tersebut bernama PLTA Cirata, terletak di Provinsi Jawa Barat, tepatnya di daerah aliran Sungai Citarum dengan waduk yang memiliki luas genangan mencapai 6.200 hektar dan berada di 3 kabupaten yaitu Bandung, Purwakarta, dan Cianjur. Memiliki delapan unit hydropower dengan masing-masing berkapasitas sebesar 126 megawatts, hydropower Cirata mampu menghasilkan listrik hingga mencapai 1.428 gigawatt hours (GWh) per tahunnya. Kapasitas tersebut membuat hydropower Cirata mampu memasok listrik ke sistem jaringan Jawa, Madura, dan Bali saat ada gangguan dengan kurun waktu hanya dalam 5 hingga 6 menit saja! Namun, kondisi terkini PLTA Citarum cukup memprihatinkan karena dipenuhi sampah dan kotoran ternak sehingga menurunkan kemampuan masa beroperasi yang semula 100 tahun menjadi 60 tahun. Duh, sangat disayangkan, bukan?

References:

  1. National Geographic: Hydroelectric Energy 

  2. EIA.gov: Hydropower explained 

  3. Energy.gov: How Hydropower Works 

  4. ENERGYSAGE: Hydropower pros and cons 

  5. SolarReviews: Hydropower pros and cons 

  6. GreenGeeks: Advantages and Disadvantages of Hydroelectric Energy 

  7. Askari Mohammad Bagher, Mirzaei Vahid, Mirhabibi Mohsen, Dehghani Parvin. Hydroelectric Energy Advantages and Disadvantages. American Journal of Energy Science. Vol. 2, No. 2, 2015, pp. 17-20.

  8. Power Technology: World’s biggest hydroelectric power plants 

  9. Dunia Energi: Jadi Terbesar di Indonesia, PLTA Cirata Mampu Pasok Daya 1.428 GWH Per Tahun 


This article is written by Amalia Diva

GRAY WATER: BAGAIMANA CARA MENGELOLANYA? image

GRAY WATER: BAGAIMANA CARA MENGELOLANYA?.

APA SAJA YANG DIMAKSUD DENGAN GRAY WATER?

Air abu-abu, yang merupakan arti harfiah dari gray water ternyata memang menggambarkan definisi dari gray water itu sendiri, lho. Gray water atau bisa kita sebut sebagai limbah cair merupakan air buangan hasil dari aktivitas manusia sehari-hari seperti aktivitas rumah tangga, industri, perkantoran, serta perdagangan. Air buangan tersebut umumnya berasal dari kamar mandi, dapur, dan juga mesin cuci. Namun, khusus untuk air buangan dari kamar mandi adalah air buangan yang belum terkontaminasi oleh limbah toilet, ya. Limbah toilet masuk dalam kategori black water yang mengandung bakteri pembawa penyakit, berbeda dengan gray water yang level kontaminasinya lebih rendah sehingga lebih mudah untuk dikelola daripada black water.

Ilustrasi mencuci piring. (Photo by Sarah Chai from Pexels

KOK GRAY WATER DIKELOLA? ITU KAN AIR KOTOR...

Jangan pandang sebelah mata gray water! Meskipun air buangan, gray water dapat membantu kita menghemat air untuk melestarikan alam, lho. Kok bisa? 

Aktivitas rumah tangga menghasilkan gray water sebanyak kurang lebih 50% hingga 80%, yang membuat gray water menjadi penghasil limbah air rumah tangga terbesar. Jumlah limbah air sebanyak itu jika dilepas langsung ke sungai, danau, atau laut, akan menyebabkan polusi yang berbahaya bukan hanya untuk ekosistem alam, namun juga bagi kesehatan kita sebagai manusia karena sumber air sehari-hari kita tercemar. Itulah mengapa gray water perlu dikelola dengan cara yang tepat agar bisa digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan air non-minum, seperti untuk irigasi lahan pertanian, menyiram bunga di kebun, pembilasan toilet, mencuci pakaian kotor, dan masih banyak lagi. 

Selain itu, kelangkaan air bersih dan kekeringan di banyak tempat juga jadi dorongan kuat agar kita mulai memanfaatkan gray water. Penggunaan kembali gray water bagi negara-negara yang kekurangan air seperti wilayah Afrika dan Timur Tengah adalah aksi penting yang sangat membantu dalam menambah cadangan air nasional. Itulah mengapa, penggunaan kembali gray water perlu direalisasikan secara menyeluruh karena itu merupakan langkah tepat untuk meningkatkan kesadaran kita akan kelestarian lingkungan, terutama kelestarian sumber air. Kita tidak dapat hidup tanpa air, bukan?

Ilustrasi Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL). (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

SEDERET MANFAAT PENGGUNAAN KEMBALI GRAY WATER

Umumnya, penggunaan kembali gray water yang sudah diolah dengan tepat akan membantu kita dalam hal-hal berikut ini: 

  • Gray water yang tidak dikelola akan berakhir di septic tank, selokan, bahkan sampai mencemari sumber air seperti danau, sungai, juga laut. Penggunaan kembali gray water akan mengurangi dan menghindari polusi tersebut, sehingga sumber air bersih kita terjaga.

  • Penggunaan kembali gray water akan membantu menghemat konsumsi air bersih. Gray water yang sudah dikelola dengan baik dapat digunakan sebagai pengganti air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Pertama, untuk menyirami tanaman di kebun, seperti pohon buah, tanaman hias, sayuran, umbi-umbian, dan rumput. Mengutip dari Garden Myths, gray water mengandung bahan organik yang akan menghasilkan nutrisi baik bagi tanaman seperti nitrogen, belerang, kalsium, magnesium, besi, dll. Gray water mengandung fosfor dan kalium dari sabun yang membantu pertumbuhan tanaman. Kedua, gray water dapat digunakan untuk menyiram toilet, mencuci pakaian kotor, dan juga mencuci kendaraan. Coba bayangkan berapa banyak air bersih yang digunakan untuk hal-hal tersebut?

  • Mengolah dan menggunakan kembali gray water akan meningkatkan efisiensi penggunaan air. Gray water yang tidak diolah kembali akan menyebabkan pemborosan air. Gray water seperti air bekas cucian baju bisa digunakan kembali untuk menyiram tanaman, misalnya. “Tapi, bukannya air bekas cucian baju mengandung mikroplastik yang berbahaya?” Nah, Garden Myths menyebutkan bahwa mikroplastik justru tidak disaring dengan baik di saluran pembuangan air dan akan berakhir di sungai dan laut, yang mana lebih berbahaya daripada saat dimanfaatkan kembali untuk mengairi tanaman. Mikroplastik hancur secara perlahan di tanah dan tidak akan terserap oleh tumbuhan.

  • Penggunaan kembali gray water akan mengurangi emisi gas rumah kaca. Kebutuhan air bersih yang berkurang karena penggunaan kembali gray water akan menghemat pemakaian energi saat memompa air ke dalam rumah. Itu berarti pemakaian listrik berkurang, sehingga dapat menghemat bahan bakar fosil dan membantu penurunan emisi gas rumah kaca.

  • Penggunaan kembali gray water untuk menyiram tanaman akan menurunkan jumlah pemakaian bahan kimia seperti pestisida karena gray water mengandung nutrisi yang dapat membantu pertumbuhan tanaman. Selain efisien, cara ini juga dapat menjaga kelestarian lingkungan.

JADI, GIMANA SIH CARA MENGOLAH GRAY WATER?

Perlu diketahui sebelumnya bahwa dalam proses pengelolaannya, gray water di Indonesia tidak dipisah untuk dikelola sendiri, namun digabungkan dengan black water―limbah dari toilet―yang kemudian dikenal sebagai air limbah domestik.

Di Indonesia, gray water memiliki sistem pengelolaan air limbah yang terbagi menjadi dua―berdasarkan Permen PUPR No.4 Tahun 2017―yaitu Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Setempat (SPALD-S) dan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T). Air limbah domestik yang sudah terkumpul melalui kedua sistem tersebut kemudian disalurkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Di bawah ini adalah ilustrasi dari sistem pengelolaan gray water di Indonesia.

Pertama, kita bahas SPALD-S atau sistem pengelolaan air limbah setempat dulu, yuk! Jadi, SPALD-S merupakan sistem pengelolaan air limbah domestik yang dilakukan dengan mengumpulkan air limbah di lokasi sumber untuk kemudian dikelola di IPLT atau Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja. Ada dua jenis SPALD-S berdasarkan skala cakupannya, yaitu Skala Individual (1 unit rumah) dan Skala Komunal (2-10 rumah). 

Infografis tentang alur pengelolaan SPALD-S di bawah ini akan memudahkan kamu memahaminya.

Sumber: Nawais.org

Lalu, mari lanjut ke SPALD-T atau sistem pengelolaan air limbah terpusat. SPALD-T ini mengelola air limbah domestik secara kolektif ke IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah. Jenis SPALD-T berdasarkan skala cakupannya ada tiga, yaitu Skala Perkotaan, Skala Permukiman, dan Skala Kawasan Tertentu. Gray water yang dikelola dengan sistem terpusat ini memiliki proses yang lebih terkendali karena sarananya lebih lengkap, mulai dari pipa non tinja hingga bak penangkap lemak dan minyak dari saluran limbah dapur.

Simak lebih lanjut mengenai sistem pengelolaan air limbah terpusat atau SPALD-T lewat infografis di bawah ini, ya!

Sumber: Nawais.org




Earthlings, kalian sudah tahu belum kalau saat ini pemerintah sedang melaksanakan proyek peningkatan pelayanan air limbah domestik di empat kota besar Indonesia? Proyek tersebut bernama Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP), yang mencakup kota Jambi, Makassar, Palembang, dan Pekanbaru. Empat kota tersebut nantinya akan disediakan sarana pengelolaan air limbah terpusat atau SPAL-T dan juga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik yang berlokasi di kawasan bisnis terpusat kota-kota tersebut. Harapannya, proyek ini dapat mengurangi pencemaran badan air yang disebabkan oleh pembuangan limbah air domestik secara langsung ke lingkungan. Wah, semoga berjalan lancar dan efektif, ya!

References:

https://greencoast.org/what-is-greywater/ 

https://www.universaleco.id/pengolahan-limbah-cair-sumber-pengertian 

https://www.ecomena.org/reuse-of-greywater/ 

https://www.gardenmyths.com/gray-water-safe-garden/ 

https://www.conserve-energy-future.com/ways-and-benefits-of-using-greywater.php 

http://sim.ciptakarya.pu.go.id/msmip/profil/tentang-kami


This article is written by Amalia Diva 

FAIR TRADE: LEBIH DARI SEKEDAR PERDAGANGAN ‘YANG’ ADIL image

FAIR TRADE: LEBIH DARI SEKEDAR PERDAGANGAN ‘YANG’ ADIL.

PERNAH DENGAR TENTANG FAIR TRADE?

Fair trade atau perdagangan adil merupakan sistem perdagangan yang mewajibkan perusahaan membayar harga yang pantas untuk petani dan pekerja di negara berkembang, yang mana tidak boleh jatuh jauh di bawah harga pasar. Fair trade ada untuk mengatasi ketidakadilan perdagangan konvensional yang mendiskriminasi produsen dari negara-negara berpenghasilan rendah, sehingga fair trade memungkinkan para produsen untuk memperbaiki kehidupan mereka dengan memberikan kontrol penuh dalam kegiatan perdagangan.

 

Fair trade berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan atau sustainable development dengan menawarkan persyaratan perdagangan yang lebih baik serta menjamin hak-hak dari para produsen dan pekerja yang terpinggirkan. Bukan perdagangan biasa, visi fair trade adalah mengutamakan manusia dan planet di atas keuntungan, berjuang melawan kemiskinan, perubahan iklim, ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender, serta sebagai bukti penerapan konsep ekonomi baru. 

 

Ilustrasi bertani. (Sumber: pexels.com/@quang-nguyen-vinh-222549) 

FAIR TRADE PUNYA STANDAR SERTIFIKASI, TUJUANNYA?

 

Ilustrasi produk sertifikasi fair trade. (Sumber: fruitnet.com)

 

Pada dasarnya standar fair trade mencakup beberapa hal di bawah ini:

 

  • Pekerja menerima upah minimum sesuai ketentuan fair trade

  • Kelestarian lingkungan ditegakkan

  • Kondisi kerja yang aman disediakan

  • Tidak ada pekerja paksa atau pekerja anak

  • Premi, atau Fairtrade Premium harus dibayarkan kepada produsen berdasarkan produk yang mereka buat

  • Premi selanjutnya masuk ke dana komunal atau dana umum, yang digunakan untuk proyek pembangunan produsen

  • Proses rangkaian pasokan transparan kepada konsumen

 

Jika standar fair trade sudah terpenuhi, maka produsen dan perusahaan yang terlibat akan mendapatkan sertifikasi dari organisasi atau badan sertifikasi fair trade, yang ditujukan sebagai jaminan bagi konsumen bahwa produk yang mereka beli telah memenuhi standar fair trade yang berlaku secara internasional. 

 

Lalu, untuk apa sih standar-standar tersebut dibuat? Selain agar para produsen dan pekerja dapat mengembangkan aspek keberlanjutan, kelestarian, sosial, dan ekonomi di organisasi mereka, tujuan utama dari standar fair trade adalah sebagai berikut:

  • Menjamin bahwa produsen menerima harga yang dapat menutup biaya rata-rata produksi berkelanjutan mereka

  • Memberikan Fairtrade Premium sebagai tambahan upah kepada produsen yang kemudian dapat diinvestasikan dalam proyek pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan

  • Memungkinkan pemberian modal awal bagi produsen yang membutuhkan

  • Memfasilitasi kemitraan perdagangan jangka panjang dan memungkinkan produsen mendapatkan kontrol lebih besar dalam proses perdagangan

  • Menetapkan kriteria inti dan kriteria pengembangan yang jelas untuk memastikan kondisi produksi dan perdagangan dari semua produk bersertifikat Fairtrade adil secara sosial dan ekonomi serta bertanggung jawab terhadap lingkungan

 

FAIR TRADE SAMA-SAMA MENGUNTUNGKAN PRODUSEN & KONSUMEN, LHO!

 

Ilustrasi fair trade. (Photo by Madison Inouye from Pexels)

 

Nah, tidak hanya produsen saja yang diuntungkan dari adanya fair trade ini. Sebagai konsumen, fair trade juga sama menguntungkannya karena selain membantu petani mendapatkan kehidupan yang lebih baik, peran konsumen krusial untuk mendukung siklus fair trade memberikan dampak yang signifikan terhadap sektor sosial, ekonomi, dan lingkungan.

 

Konsumen yang membeli produk fair trade akan diuntungkan dari hal-hal berikut ini:

  • Kualitas produk terjamin 

Sertifikasi fair trade mewajibkan para petani dan pekerja menerapkan praktik produksi yang ramah lingkungan. Maka dari itu, penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pestisida dibatasi dan digantikan dengan pestisida organik, lalu penggunaan organisme hasil rekayasa genetika atau Genetically Modified Organism (GMO) dilarang sepenuhnya. Sumber daya produksi seperti air, tanah, energi, maupun limbah produksi, ditangani dengan pengelolaan yang tepat. Itulah mengapa produk fair trade tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.

  • Standard Operating Procedure (SOP) yang terstruktur

Produsen yang ingin menerapkan standar fair trade harus memiliki struktur organisasi yang sesuai untuk menawarkan produk mereka ke pasaran. Mereka harus melalui proses pengambilan keputusan yang demokratis dan organisasi harus transparan dan inklusif. Petani dan pekerja harus mendapatkan jaminan atas keamanan dan hak sosial mereka. Fair trade mewajibkan para pekerja dan petani mendapatkan pelatihan, praktik ketenagakerjaan yang tidak diskriminatif, bebas dari pekerja anak dan kerja paksa, serta menjamin kondisi kesehatan dan keselamatan petani dan pekerja. Adanya SOP tersebut tentu memberikan rasa aman bagi konsumen.

  • Tidak ada perbedaan harga

Biasanya, pekerja dan petani mendapatkan upah yang sedikit karena terpotong oleh supply chain yang panjang. Perumpamaannya, sebuah produk non-fair trade seharga Rp 100.000 hanya akan menguntungkan pekerja dan petani sebanyak Rp 20.000 karena sisanya masuk ke perusahaan. Namun, supply chain fair trade yang terdistribusi langsung ke konsumen memungkinkan produk fair trade seharga Rp 100.000 sama-sama menguntungkan petani dan perusahaan dengan masing-masing menerima Rp 50.000. Pada akhirnya, konsumen tidak rugi apapun dan malah membantu petani & pekerja mendapatkan bayaran yang lebih adil.

  • Berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal

Tingginya permintaan produk fair trade membuat kebutuhan tenaga kerja meningkat sehingga konsumen berkontribusi dalam membuka ladang pemasukan bagi masyarakat setempat, terutama bagi ibu rumah tangga. Ini juga berkaitan dengan SOP fair trade yang mengutamakan proses produksi ramah lingkungan sehingga butuh banyak kerja sama antar komunitas lokal untuk menjadi penanggung jawab di tiap tahap proses produksi seperti misalnya penanaman, pemeliharaan, pengemasan, dan masih banyak lagi. 

  • Berinvestasi dalam pembangunan komunitas

Adanya standar fair trade mengharuskan konsumen yang membeli dari produsen harus menginvestasikan sejumlah kecil uangnya dalam komunitas lokal melalui Fairtrade Premium. Investasi tersebut nantinya akan dikembalikan untuk perkembangan komunitas, seperti misalnya pembangunan fasilitas kesehatan untuk masyarakat sekitar, pelatihan untuk praktik bertani ramah lingkungan, program pendidikan, dan masih banyak lagi. Implementasi hasil investasi untuk komunitas tersebut akan memperkuat pembangunan komunitas sehingga membantu produsen menghasilkan produk yang lebih berkualitas. Intinya, investasi yang konsumen lakukan juga akan menguntungkan mereka nantinya.

 

KETIARA, PERUSAHAAN KOPI FAIR TRADE YANG MEMBERDAYAKAN WANITA GAYO

 

Ilustrasi Ketiara Group sedang memilah biji kopi. (Sumber: ketiara.com)

 

Ketiara Group didirikan pada tahun 2009 oleh Ibu Rahmah dan pada awalnya terdiri dari 37 pedagang dan petani kopi. Lalu, setelah mendapatkan sertifikasi Fairtrade pada tahun 2011, Ketiara melakukan restrukturisasi penuh menjadi 100% organisasi petani kecil dengan total anggota sejauh ini mencapai lebih dari 1.979 petani. Pasar Ketiara sudah meluas secara internasional sampai ke Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Australia, dan Asia. Jenis kopi yang dijual untuk pasar internasional adalah Arabica Green Bean Grade 1, sedangkan untuk pasar lokal Ketiara menjual kopi konvensional dan Luwak. Kopi-kopi tersebut 100% asli dari Gayo, Sumatera.  

 

Ilustrasi produk dari biji kopi Ketiara dengan logo fair trade. (Sumber: instagram.com/ketiaracoffee)

 

Setelah ditetapkan sebagai ketua dari Ketiara Group, Ibu Rahmah kemudian mendaftarkan Ketiara untuk sertifikasi Fair Trade agar para petani dapat menerima harga premium untuk kopi mereka. Atas bimbingan Ibu Rahmah pula para petani di Ketiara memilih untuk menginvestasikan premi tersebut agar mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, serta infrastruktur yang lebih baik demi masyarakat dan juga peningkatan jangka panjang untuk pertanian mereka di masa mendatang.

 

Di Ketiara, 40% dari keseluruhan petani kecil adalah wanita. Ini merupakan usaha Ibu Rahmah untuk memberdayakan para wanita di Gayo, yang merupakan daerah di mana para istri harus bertanya kepada suaminya untuk keputusan finansial. Ibu Rahmah berniat mengubah kondisi patriarki ini dengan mengajak para wanita Gayo sukses bersama sebagai petani kopi. Mengutip dari Fairtrade NAPP, Ibu Rahmah menceritakan tentang salah satu petani wanita di Ketiara bernama Sukarmi Ningsih yang merupakan contoh sukses pemberdayaan wanita Gayo sebagai petani kopi. 



Ilustrasi Ibu Sukarmi Ningsih. (Sumber: fairtradenapp.org)

 

Selain sebagai petani, Ibu Sukarmi merupakan pedagang kopi yang membeli dan memasarkan hasil panen lebih dari 80 keluarga petani kopi di Desa Jamur Uluh, Gayo, Aceh Tengah. Hubungan Ibu Sukarmi – sebagai pedagang – dengan 80 keluarga petani tidak terbatas pada hubungan komersial seperti transaksi ekonomi. Banyak petani yang tidak ingin langsung dibayar penuh, melainkan memilih menyimpannya kepada Ibu Sukarmi untuk dipakai ketika ada kebutuhan darurat. Ibu Sukarmi membantu para petani sampai terkadang harus mengeluarkan dana ekstra dalam urgensi seperti biaya sekolah, keluarga sakit, atau pernikahan. Hubungan Ibu Sukarmi dengan para petani kopi merupakan gambaran dari peran pedagang dalam siklus fair trade yang bukan terbatas pada transaksi jual beli semata, melainkan harus memegang peranan penting dalam bentuk mengelola relasi sosial dengan petani kopi sebagai produsen.

 

Kisah Ibu Rahmah dan Ibu Sukarmi sebagai petani kopi merupakan contoh nyata implementasi fair trade yang berdampak signifikan terutama bagi masyarakat setempat. Selain menjadikan kehidupan masyarakat Gayo jauh lebih baik, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah ada peran wanita yang tekadnya besar di belakang semua itu. Semoga bisa menjadi inspirasi, ya!

 

This article is written by Amalia Diva

References:

  1. https://wfto.com/who-we-are#definition-of-fair-trade

  2. https://www.fairtrade.org.uk/what-is-fairtrade/

  3. https://www.fairtrade.net/standard/aims

  4. https://www.gallantintl.com/what-is-fair-trade-in-detail

  5. https://www.fairtradenapp.org/coffee-and-women-of-gayo-in-the-culture-of-patriarchy-by-ms-ibu-rahmah-ketiara-group/#comments

  6. https://rootcapital.org/meet-our-clients/stories/ketiara-advancing-womens-inclusion-in-indonesia/ 

  7. https://www.trvst.world/equality-diversity/choose-to-buy-fairtrade/