Interrelasi Fashion Terhadap Polusi dan Konsumsi Air


Interrelasi Fashion Terhadap Polusi dan Konsumsi Air image

FASHION & POLUSI AIR

Mayoritas pabrik tekstil di negara berkembang termasuk Indonesia, air limbah beracun dari pabrik tekstil dibuang langsung ke sungai tanpa pengolahan terlebih dahulu. Padahal, air limbah ini mengandung zat beracun seperti timbal, merkuri, dan arsenik. 

Tentunya hal ini sangat berbahaya bagi kehidupan akuatik dan kesehatan jutaan orang yang tinggal di tepi sungai. Tidak berhenti disitu, kontaminasi juga akan mencapai laut dan akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

Sumber utama pencemaran air lainnya adalah penggunaan pupuk untuk produksi kapas, yang sangat mencemari air limpasan dan air penguapan.



APA YANG BISA KITA TERAPKAN?

  • Pilihlah kain alami dan organik

  • Apabila Anda membeli katun, pastikan lah brand tersebut dapat memastikan bahwa katun tersebut memiliki certifikat OEKOTEX.

FASHION & KONSUMSI AIR


Industri fashion adalah konsumen air terbesar.  Proses pewarnaan dan finishing untuk semua pakaian memerlukan aiir bersih dalam jumlah besar. Sebagai referensi, dibutuhkan hingga 200 ton air bersih per ton kain yang diwarnai.

Selain itu, tanaman kapas membutuhkan banyak air untuk tumbuh dibandingkan dengan tanaman lainnya seperti linen. Tahukah kamu bahwa untuk menghasilkan 1 kg kapas membutuhkan hingga 20.000 liter air?

Hal ini menimbulkan tekanan luar biasa pada sumber daya yang berharga ini. Konsekuensi ekologis yang diakibatkan antara lain penggurunan di Laut Aral, di mana air telah terkuras seluruhnya.


85 % kebutuhan air yang dibutuhkan oleh seluruh populasi masyarakat India bisa dipenuhi dengan air yang digunakan untuk mengelola katun di Amerika Serikat.
100 juta orang di India tidak memiliki akses air bersih."
— Stephen Leahy, The Guardian


APA YANG BISA KITA TERAPKAN?

  • Pilihlah kain dari tumbuhan lainnya seperti ramie, bamboo dan linen

  • Apabila membeli katun, usahakan membeli katun organik, dimana katun tersebut diolah menggunakan 60% air lebih sedikit dibandingkan katun umum


FASHION & SERAT MIKROPLASTIK

Setiap kali kita mencuci pakaian sintetis (poliester, nilon, dll), sekitar 1.900 mikrofiber dilepaskan ke air dan masuk ke lautan kita. Hal ini tidak berhenti disini. Para ilmuwan telah menemukan bahwa organisme air kecil menelan mikrofiber tersebut. Ini kemudian dimakan oleh ikan kecil yang kemudian dimakan oleh ikan yang lebih besar, memasukkan plastik ke dalam rantai makanan kita.

Beberapa peniliti bahkan menemukan bahwa setiap tahunnya, kita menkonsumsi 1 sendok teh plastik tiap tahunnya. Angka ini terdengar sedikit, namun jangan lupa bahwa plastik adalah zat kimia buatan, dimana kebanyakan plastik beracun dan bisa mengakibatkan banyak penyakit di dalam tubuh karena tidak bisa terurai.


APA YANG BISA KITA TERAPKAN?

  • Utamakan kualitas pakaian saat membeli. Pastikan pakaian tersebut bisa dipakai dalam waktu yang lama

  • Cuci pakaian hanya bila diperlukan saja. Saat mencuci, usahakan untuk menggunakan temperatur rendah (30C). Selain membuat pakaian tahan lama, temperatur rendah mengurangi perlepasan serat plastik mikro dari pakaian
  • Usahakan untuk tidak menggunakan mesin pengering



Untuk melihat apa yang EARTHLING STUDIO lakukan untuk bumi, sustainability practices, detail dan sertifikasi dan lain sebagainya silahkan klik disini.


This article is written by Cindy Tandiono


Related Post