Upcyling vs Recyling: Apa sih bedanya?


Upcyling vs Recyling: Apa sih bedanya? image

Upcyling vs Recyling: Apa sih bedanya?

Reuse, recycle, thrift, upthrift, upcycle, repurpose. Kemungkinan besar kalian sudah familiar dengan istilah-istilah sustainable living ini. Mari kita bahas lanjut dan mengklarifikasi perbedaan upcycling  dan recycling.

Apa itu upcycling?

Upcycling adalah salah satu bentuk dari daur ulang, dimana barang tersebut digunakan seadanya atau dimodifikasi agar dapat digunakan untuk fungsi lainnya.

Ide besar dari upcycling adalah memberikan item yang kita miliki kesempatan kedua untuk digunakan. 

Contohnya, jeans yang lama dirobek dan dijahit kembali menjadi shopping bag, menggunakan kaos rusak menjadi lap tangan, atau bahkan membeli pakaian bekas.

Tentunya, hal ini sangat berdampak baik dalam mengatasi unsustainable fashion. Pakaian yang dibeli di fast fashion brand biasanya sangat trend-driven, sehingga konsumer hanya menggunakan pakaian tersebut dalam waktu singkat. Alhasil, 1/3 hasil produksi fast fashion selalu berakhir di tempat pembuangan sampah tiap tahunnya.

Upcycling is a form of traditional recycling where items can be repurposed at the supposed end of their use. It means looking for ideas on how things like garments can be used again to ensure we get the most out of the materials.

Apa itu recycling?

Recycling adalah proses mensortir dan daur ulang barang, dimana barang tersebut "dihancurkan" agar materialnya bisa digunakan kembali.

Berbeda dengan upcycling, mendaur ulang kain hanya bisa dilakukan oleh perusahaan besar karena memerlukan mesin dan teknologi yang canggih.

Hasil dari fashion recycling? Recycled cotton, recycled polyester dan masih ada beberapa macam hasil kain daur ulang lagi. Tentunya, kain-kain ini jarang sekali ditemukan, terutama di Indonesia. Mirisnya, hanya beberapa fast fashion brand dari luar negeri yang menjual pakaian dari kain daur ulang.

Manakah yang lebih penting?

Untuk mendaur ulang sebuah kain, dibutuhkan teknologi dan mesin mesin yang canggih. Macam kain yang bisa di daur ulang sendiri sangat terbatas, terutama apabila label bahan kain tidak dijahit di pakaian.

Keduanya tentu penting dilakukan. Pabrik tekstil harus berusaha mendaur ulang kain yang ada apabila memungkinkan. Sebagai perorangan, tentunya recycling hampir tidak bisa dilakukan. Maka dari itu, upcycling adalah alernatif yang kita semua bisa lakukan.

Apa yang bisa kita mulai lakukan?

Untuk upcycling

  • Jual beli barang bekas
  • Sebelum membuang pakaian, carilah gambar-gambar di media sosial bagaimana orang lain memadukannya. How people style it can be a refreshing look that you need!
  • Perbaiki pakaian yang rusak, atau carilah video tutorial untuk menggunakan kain tersebut menjadi barang lainnya, bisa menjadi pakaian, masker, tas dsb. Kuncinya adalah barang awal mula harus lebih besar dibandingkan barang yang diingankan. Dress panjang bisa diubah menjadi atasan, tapi sebuah atasan tidak bisa dimodifikasi menjadi sebuah dress

Untuk reycling?

  • Usahakan untuk tiak membuang pakaian ke tong sampah. Pisahkan pakaian dalam kerdus terpisah
  • Donasikan pakaian ke panti asuhan, atau toko barang bekas

Meski inti dari artikel ini adalah daur ulang dan memaksimalkan life cycle pakaian Anda, membeli barang berkualitas adalah solusi yang paling tepat untuk masalah sampah pakaian. Pastikan pakaian yang Anda beli berkualitas tinggi dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.




This article is written Cindy Tandiono


Related Post