10 Perusahaan Pencemar Plastik Terbesar di Dunia


10 Perusahaan Pencemar Plastik Terbesar di Dunia image

Sebuah laporan oleh organisasi nirlaba Break Free From Plastic menempatkan Coca-Cola Company, PepsiCo, dan Nestlé sebagai pencemar plastik teratas dunia selama tiga tahun berturut-turut.

Organisasi ini melakukan 575 audit lapangan di 55 negara dan 6 benua. Dengan bantuan 14.734 sukarelawan pemulung, BFFP menemukan bahwa 63% sampah yang dikumpulkan masih bertanda dengan merek konsumen yang jelas. Hasil audit tersebut dapat dilihat dalam laporan Break Free From Plastic 2020 berjudul “BRANDED Vol III: Demanding Corporate Accountability for Plastic Pollution”.

Berdasarkan dari audit tersebut, pencemar teratas dunia pada tahun 2020 adalah: The Coca-Cola Company; PepsiCo; Nestlé; Unilever; Mondelez International; Mars, Inc.; Procter & Gamble; Philip Morris International; Colgate-Palmolive; dan Perfetti Van Melle.

“Tidak mengherankan melihat merek besar yang sama di podium sebagai pencemar plastik teratas dunia selama tiga tahun berturut-turut,” kata Abigail Aguilar, Koordinator Regional Kampanye Plastik, Greenpeace Asia Tenggara.

“Untuk menghentikan kekacauan ini dan memerangi perubahan iklim, perusahaan multinasional seperti Coca-Cola, PepsiCo, dan Nestlé harus mengakhiri kecanduan mereka terhadap kemasan plastik sekali pakai dan menjauh dari bahan bakar fosil”.

Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) 300 juta ton sampah plastik dihasilkan setiap tahun dan lima triliun kantong plastik sekali pakai digunakan di seluruh dunia. Plastik sekali pakai menyumbang sepertiga dari semua plastik yang diproduksi, dimana 98% dibuat dari bahan bakar fosil. Hanya sembilan persen plastik yang didaur ulang; sisanya dikirim ke tempat pembuangan sampah, insinerator atau dilantarkan di lingkungan alam. Tidak hanya itu, sekitar delapan juta ton plastik mengalir ke lautan setiap tahun.

Untungnya, semakin banyak individu yang berkomitmen untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai – diperkirakan 326 juta orang dari 177 negara mengambil peran dalam tantangan Bebas Plastik Juli tahun lalu misalnya – Break Free From Plastic mendekati krisis plastik global dengan pandangan 'pencegahan lebih baik daripada mengobati', dan meminta pertanggungjawaban perusahaan atas peran yang mereka mainkan dalam memproduksi plastik sekali pakai dan melanggengkan krisis polusi plastik.

Dengan mengumpulkan data tentang sampah plastik dan mempublikasikan temuannya, organisasi tersebut mmeminta pertanggung jawaban atas krisis plastik dan bagaimana menyelesaikannya.

“Audit merek memungkinkan kami untuk mengalihkan fokus kembali ke perusahaan yang bertanggung jawab untuk menciptakan masalah di tempat pertama, dan memberdayakan kami untuk menuntut mereka berhenti memproduksi plastik sekali pakai yang tidak perlu.” 

Organisasi tersebut mendesak agar bisnis ini bertanggung jawab penuh untuk mengeksternalisasi biaya produk plastik sekali pakai mereka ke seluruh masyarakat, seperti biaya pengumpulan limbah, perawatan dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh plastiknya dan mengadvokasi apa yang disebutnya "solusi yang tepat ” untuk masalah, seperti penggunaan kembali dan alternatif isi ulang kepada konsumen.

Apabila masalah plastik ini dibiarkan dan bisnis tetap berjalan seperti biasa, produksi plastik diperkirakan akan meningkat empat kali lipat pada tahun 2050.

Artikel ini di terjemahkan dari EWP, 2021.

Source: ecowarriorprincess.net


Related Post