Coral Bleaching


Coral Bleaching image

What Is It?

Coral bleaching adalah kondisi memutihnya karang karena kehilangan zooxanthellae atau alga pemberi warna. Coral bleaching merupakan tahap awal dari kematian terumbu karang.

 

Image source: BBC

History of Coral Bleaching in Indonesia

Coral bleaching di Indonesia sudah dicermati sejak tahun 1982. Nyatanya, fenomena coral bleaching ini semakin banyak ditemukan dan keadaanya semakin memburuk.

  • Tahun 1982-1983, menjadi awal coral bleaching di Indonesia. Ditemukan kematian terumbu karang di beberapa kawasan, seperti Selat Sunda, Kep. Seribu, dan Karimun Jawa.
  • Tahun 1997-1998, terjadi peningkatan suhu laut global, sekira 2°C. Akibatnya dunia kehilangan 16% terumbu karangnya. Sedangkan di Indonesia, tepatnya di Sumatera Barat, Gili Matra, dan Lombok, 90% karangnya mati
  • Tahun 2009-2010, di Aceh mengalami kematian karang sekira 35%. Lalu di Pulau Weh, terjadi kematian karang sekira 60%. Selain itu,  Wakatobi juga mengalami coral bleaching sekira 65%
  • Tahun 2015-2016, suhu laut mencapai 30,5°C. Akibatnya, di Gili Mantra, NTB serta Kep. Natuna mengalami coral bleaching sekira 50%
  • Tahun 2017, tercatat bahwa Indonesia hanya memiliki 6,39% karang yang sangat baik, 23,40% yang baik, lalu 35,06% kategori cukup, dan 35,15% kategori kurang baik.

 

Image: Coral Bleaching in Bali

Source: Reef Bulders

What Caused It?

1. Sinar matahari dan suhu perairan

Salah satu penyebab meningkatnya suhu udara dan permukaan laut adalah paparan sinar matahari dan sinar UV yang berlebihan. Climate change dan global warming menjadi penyebab utama coral bleaching.

2. Polusi

Limbah yang mengandung bahan kimia yang terbuang di laut, dapat mempengaruhi tingkat pH atau keasaman air laut. Tingginya karbon dioksida dan pengasaman laut dapat memicu coral bleaching.

3. Kadar garam yang tidak normal dan kekeruhan pada air laut

Salinitas atau kadar garam yang rendah serta air laut yang sangat keruh dapat membunuh terumbu karang.

4. Membuang sampah sembarangan

Timbunan plastik di air laut dapat mengganggu dan merusak terumbu karang sebagai ekosistem di laut.

 

Did You Know?

1. Terumbu karang merupakan ekosistem tertua di bumi. Terumbu karang membutuhkan 5.000-10.000 tahun untuk terbentuk.

2. Meskipun jumlah terumbu karang hanya 1% di permukaan bumi, tapi karang merupakan rumah bagi 25% makhluk hidup di laut.

3. Terumbung karang adalah penghalang alami yang dapat mencegah erosi laut.

4. Batu kapur karang berpori dapat membantu pencangkokan tulang bagi manusia.

5. Indonesia memiliki 2/3 jenis karang yang ada di dunia. Yakni, 569 jenis dari 82 marga dan 15 suku dari total 845 jenis karang di dunia. Pun, Indonesia juga memiliki 2.200 spesies ikan karang.

6. Wilayah perairan Papua, tepatnya Raja Ampat dan Halmahera, menjadi lokasi dengan kekayaan jenis paling tinggi di Indonesia.

7. Dalam UU Nomor 4 tahun 2011, Indonesia memiliki terumbu karang seluas 2,5 juta hektar. Di mana terhitung 18% dari luas total terumbu karang di dunia.

 

What Has The Government Done About It?

Pemerintah Indonesia telah melakukan survei dan pendataan beberapa kawasan terumbu karang di Indonesia. Hal ini merupakan bentuk upaya pemerintah dalam melakukan pengawasan dan pemeliharaan terumbu karang di Indonesia.

 

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan 30 juta hektar perairan laut Indonesia sebagai kawasan konservasi laut. Seperti, Cagar Alam Laut, Suaka Margasatwa Laut, Taman Nasional Laut, serta Taman Wisata Alam Laut. Pemerintah juga aktif dalam melakukan kampanye penyelamatan terumbu karang serta transplantasi terumbu karang.

 

Presiden Jokowi sempat memberikan penghargaan Kalpataru kepada Kelompok Nelayan Samudera Bakti, di Banyuwangi Jawa Timur, karena turut andil dalam penyelamatan terumbu karang. Saat ini, para nelayan telah menanam ribuan transplantasi terumbu karang di dasar laut.

 

Image source: Dihi

What Can We Do About It?

1. Jangan menginjak ataupun menyentuh terumbu karang

Sebab terdapat beberapa karang yang beracun dan berbahaya.

2. Gunakan tabir surya/ sunscreen yang ramah lingkungan

Periksa kembali komposisi tabir surya kita, sebab beberapa kandungan tabir surya dapat memicu coral bleaching. Hindari penggunaan tabir surya berbahan oxybenzone, octinoxate, octocrylene, homosalate, 4-methylbenzylidene camphor, PABA, paraben, triclosan

3. Konsumsi sustainable seafood

Pelajari Kembali bagaimana cara mengolah dan memilih seafood yang menyehatkan, namun tetap ramah lingkungan.

4. Hemat dalam menggunakan air dan periksa kembali pembuangan air di rumah

Semakin sedikit air yang digunakan, maka sedikit pula limbah air yang terbuang ke laut. Selain itu, pastikan limbah yang mengandung bahan kimia, seperti air cucian baju tidak mengalir ke pembuangan yang mengarah ke laut.

5. Donation and Volunteering

Berdonasi dan menjadi sukarelawan di pantai dapat menjadi tindakan nyata kita dalam menjaga kelestarian pantai dan laut.

 

Let’s make coral colorful again. Save the coral, protect the reef.

 

Source:

Climatechange.lta.org

Pgsp.big.go.id

Mongabay.co.id

Phinemo.com



This article is written by E.J. Syamsy 


Related Post


The Great Garbage Patch
The Great Garbage Patch.