Is World Population Day Still Relevant?


Is World Population Day Still Relevant? image

PBB menetapkan tanggal 11 Juli sebagai peringatan Hari Penduduk Sedunia atau yang disebut juga dengan World Population Day. Hal ini terinspirasi dari masyarakat yang memperingati populasi dunia yang telah mencapai 5 miliar pada tanggal 11 Juli 1987. Namun, melihat situasi populasi penduduk saat ini, apakah World Population Day masih relevan untuk dirayakan?

 

What's Overpopulation?

Overpopulation adalah keadaan negara yang kelebihan jumlah penduduk karena angka kelahiran yang lebih tinggi dibanding angka kematian. Diperkirakan bumi mampu memenuhi kebutuhan manusia yang berjumlah hingga 11 miliar. Namun, pada nyatanya, populasi manusia bertambah 80 juta per tahunnya.

 

Warning! Indonesia Is The Fourth Most Populous Country In The World

Berdasarkan sensus penduduk di awal tahun 2021, tercatat bahwa Indonesia menempati urutan keempat sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia, yakni 271 juta penduduk. Terdapat China di peringkat pertama, India di peringkat kedua, dan Amerika Serikat di peringkat ketiga.

 

The Effects

Lonjakan jumlah penduduk tentu dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, di antaranya:

  1. Terbatasnya ketersediaan lapangan pekerjaan, yang menyebabkan angka pengangguran dan kriminalitas meningkat

  2. Terbatasnya daerah pemukiman, yang menyebabkan sebagian besar masyarakat tinggal di tempat kumuh yang tidak memadai

  3. Terbatasnya ketersediaan bahan pangan, yang menyebabkan rendahnya nilai gizi dan kelaparan

  4. Terbatasnya ketersediaan air bersih karena tingginya kebutuhan masyarakat

  5. Lingkungan yang tercemar karena polusi dan limbah dari aktivitas manusia

  6. Langkanya sumber daya alam serta punahnya flora dan fauna, hal ini disebabkan oleh hilangnya habitat hingga rusaknya ekosistem makhluk hidup karena perluasan area pembangunan yang dilakukan manusia

 

What Can We Do?

Sebagai penghuni bumi tentu kita berkewajiban untuk turut menjaganya. Terlebih karena adanya dampak negatif dari overpopulasi, kita pun harus bertanggung jawab menanggulanginya. Yuk, mulai menerapkan pola hidup berkelanjutan dengan tetap memperhatikan lingkungan untuk jangka panjang. Seperti:

  1. Mempersiapkan dan memahami program KB (keluarga berencana) sebelum memutuskan untuk berkeluarga

  2. Meningkatkan keterampilan diri, dengan cara lebih tekun dalam menempuh pendidikan. Sehingga dapat bersaing di dunia kerja

  3. Memilah sampah organik dengan anorganik, menerapkan daur ulang, serta mengelola limbah sebelum membuangnya agar TPA tidak kewalahan

  4. Hemat dalam menggunakan air dan listrik

  5. Mulai produksi bahan pangan di rumah seperti menanam sayuran dan buah sendiri

 

“Population growth is the primary source of environmental damage.”

-Jacques Yves Cousteau

 

source:

spectator.org

bps.go.id

blomberg.com

nationalgeographic.grid.id



This article is written by E.J. Syamsy

 


Related Post