Jangan dibuang, ditanam kembali saja!


Jangan dibuang, ditanam kembali saja! image

Let’s Start Regrowing Food At Home!

Tanpa disadari, sampah dapur yang selalu kita buang, ternyata masih bisa dimanfaatkan. Salah satunya ialah sisa potongan akar sayuran. Hanya dengan beberapa langkah sederhana saja, kita dapat menumbuhkannya kembali menjadi sayuran utuh. 

 

Apa Saja Yang Bisa Ditanam Kembali?

Daun bawang dan serai

  1. Letakkan potongan akar di dalam air dan di bawah sinar matahari. Pastikan akar tidak tenggelam seutuhnya dan gantilah air secara rutin setiap harinya.

  2. Setelah 3-5 hari, tanaman akan mulai tumbuh. Panenlah bagian daunnya, lalu biarkan akar di dalam air. Namun, jangan sampai akar tenggelam dan selalu ganti airnya.

Seledri, kubis, dan selada

  1. Letakkan potongan akar di dalam air. Namun, pastikan bagian atasnya tidak tenggelam.

  2. Semprotkan air beberapa kali tiap minggunya. Serta, gantilah air secara rutin dan letakkan di bawah sinar matahari. Setelah beberapa hari, daun akan muncul.

  3. Tanamlah akar yang sudah berdaun tadi, dengan posisi daun saja yang berada di atas tanah.

  4. Panenlah setelah sayur sudah tumbuh secara sempurna, yakni kurang lebih setelah 5 bulan.

Jahe

  1. Rendam potongan jahe di dalam air selama semalam.

  2. Tanam potongan jahe tadi di tanah yang lembab. Lalu siram secara rutin hingga tunas muncul.

  3. Jahe siap dipanen setelah setahun. Lalu ambil bagian jahe yang dibutuhkan saja.

Bawang merah

  1. Tanam akar bawang di tanah. Pastikan akar bawang terkubur secara keseluruhan dan tidak terlalu dalam di bawah tanah.

  2. Siram akar bawang secara rutin dan pastikan tanah selalu dalam keadaan lembab.

  3. Saat sudah muncul tunas bawang yang baru, pisahkan tunas dengan sisa bawang yang lama. Lalu tanam kembali tunas bawang yang berakar ke tanah.

  4. Potonglah daunnya secara rutin, agar bawang dapat membesar. 

  5. Bawang siap dipanen setelah 5 bulan. 

 

Don't Do This!

  1. Menyimpan sayur yang akan ditanam kembali di lemari pendingin terlalu lama, akan menurunkan kualitas akar, sehingga sayur tidak akan tumbuh dengan baik.

  2. Membeli sayur yang akan ditanam kembali dari toko bukan pasar. Umumnya, sayur di toko melalui produksi yang hanya memperhatikan kecepatan dan kuantitas. Sehingga apabila ditanam kembali, maka akan menghasilkan sayur yang cenderung kecil dan kualitasnya cukup buruk.

 

The Advantages

Terdapat banyak sekali manfaat menanam kembali sisa sayuran di rumah, di antaranya:

  1. Rasa sayur produksi rumah lebih enak dan segar

Karena proses penanamannya hingga panennya yang terjaga. Maka, tentu rasa dan gizinya menjadi sangat baik.

  1. Terhindar dari kontaminasi pestisida dan bahan kimia lainnya

Ketika menanam sayur sendiri, tentu kita akan menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya. Sebaliknya, sayuran yang dibeli, seringkali terkontaminasi oleh pestisida.

  1. Menghemat uang untuk belanja. 

Kita tidak perlu lagi membeli sayuran, karena sudah memproduksinya sendiri di rumah.

  1. Sedikit sampah yang dihasilkan

Sampah dapur yang selalu dibuang, kini dapat menjadi bibit untuk ditumbuhkan lagi. Pun, sisa makanan lainnya seperti kulit buah, dapat dijadikan bahan pupuk kompos. Alhasil sampah rumahan dapat berkurang.

  1. Mengurangi emisi karbon dan limbah

Umumnya, makanan yang kita beli perlu menempuh perjalanan yang cukup jauh, agar sampai ke toko lalu ke tangan kita. Selain kesegaran dan rasa makanan yang berkurang, hal ini juga dapat meningkatkan emisi karbon dan limbah. Karena proses distribusi melibatkan transportasi yang menimbulkan polusi.

  1. Langkah awal “Go Green” dari rumah kita

Mulai menanam di rumah adalah salah satu tindakan yang bisa dilakukan untuk menjaga kebersihan udara, air, maupun tanah. Bertambahnya tanaman hijau hingga berkurangnya penggunaan bahan kimia, dapat mencegah pencemaran lingkungan.

 

Source:

thespruce.com

growagoodlife.com

trianglepest.com

mrsgreensworld.com

 

This article is written by E.J. Syamsy


Related Post