Is Your Glitter Makeup Bad for the Planet?


Is Your Glitter Makeup Bad for the Planet? image

Saat pembatasan mulai dilonggarkan di seluruh dunia, rutinitas make-up kembali lagi. Dari bare-face hingga minimum make-up karena work-from-home, kaum wanita mulai berdandan seperti awal semua.

Bahkan, apabila pembatasan mulai dilonggarkan secara terus menerus, kita juga bisa berpergian ke tempat publik seperti acara pesta dan acara formal lainnya. And our go to make-up look? Sangat mungkin peluangnya untuk Anda melewatkan make-up glitter.

Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk Anda mengetahui bahwa glitter sebenarnya adalah salah satu perusak lingkungan -  bahkan lebih merusak dibandingkan produk makeup lainnya.

Tahun lalu, para ilmuwan di Inggris menyerukan larangan total penggunaan glitter setelah menemukan hubungan langsung antara bahan gemerlap dan polusi laut. Dr Dannielle Green, dosen senior biologi di Universitas Anglia Ruskin, mengatakan kepada BBC News:

"Glitter adalah jenis mikroplastik, dapat memiliki efek yang sama seperti mikroplastik lainnya dan tidak boleh dilepaskan dalam jumlah besar ke lingkungan."

Kerusakan yang dimaksud Dr Green mirip dengan mikroplastik yang terkandung dalam pakaian sintetis: ketika dicuci, partikel kecil plastik dilepaskan ke saluran air.

Glitter bereaksi dengan cara yang sama ketika membersihkan wajah Anda setelah keluar malam yang mempesona.

Mengapa mikroplastik menjadi berita buruk?

Ada beberapa alasan yang mengkhawatirkan.

Jika Anda menyukai hewan dan/atau vegan, Anda harus menyadari bahwa mikroplastik sangat membahayakan kehidupan laut.

Partikel-partikel ini dapat dicerna oleh semua bentuk kehidupan laut – termasuk organisme sekecil zooplankton – menghalangi saluran pencernaan hewan dan menipu mereka agar berpikir bahwa mereka tidak perlu makan, yang menyebabkan kelaparan.

Bahan kimia beracun juga terkadang menempel pada permukaan plastik dan ketika hewan laut menelannya, mereka terkena racun.

Nicholas Mallos, direktur senior program Laut Bebas Sampah Ocean Conservancy, mengatakan kepada Bustle bahwa

"penelitian menunjukkan bahwa plastik dapat memengaruhi reproduksi dan perilaku makan pada ikan dan mengangkut bahan kimia beracun, di antara efek lainnya ..."

Bukan hanya mempengaruhi ikan, mikroplsatik juga mempengaruhi manusia. Ketika ikan akhirnya memakan partikel tersebut, mereka ikut terkonsumsi saat manusia memakan makanan laut.

Walau dampaknya masih diteliti – para ilmuwan sudah menemukan gejala-gelaa tertentu, yakni gangguan endokrin – yakni zat yang dapat mengganggu fungsi hormon.

Satu penelitian menemukan bahwa mereka dapat mengudara dan benar-benar turun hujan dari langit. Sementara hujan gemerlap terdengar seperti skenario dongeng, kenyataannya adalah mimpi buruk.

Untuk mengatasi masalah ini, banyak perusahaan menggunakan glitter yang terurai secara alami.

Upaya untuk meminimalkan polusi plastik yang diperjuangkan oleh merek kecil seperti Wild Glitter dan Eco Glitter Fun, telah menciptakan opsi glitter yang dapat terurai secara hayati.


Tetapi apakah upaya ini cukup?

Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa glitter biodegradable dan glitter tradisional menyebabkan tingkat kerusakan lingkungan yang serupa.

Perusahaan dalam studi tersebut menggunakan glitter berbasis selulosa yang kemudian dilapisi dengan plastik, atau mika, mineral silikat. Para peneliti menemukan bahwa efek glitter yang lebih “ramah lingkungan” ini hampir identik dengan produk konvensional.

Namun, kita harus ingat bahwa glitter, meskipun berbahaya, mewakili kurang dari 1% dari semua mikroplastik yang mencemari planet kita.

Di saat polusi plastik berada pada titik tertinggi sepanjang masa, kita semua harus mempertimbangkan untuk melepaskan, atau setidaknya membatasi, kegemaran kita akan kilauan. 

Pretty as it is, it’s hardly a necessity.

This article is translated and modified by Cindy Tandiono from Eco Warrior Princess, originally written by Sascha Camilli.


Related Post