Selamat Hari OrangUtan!


Selamat Hari OrangUtan! image
Prefer to read it in English? Click here

Sebagai warga negara Indonesia, kita harus bangga dengan salah satu fauna native kita loh, yaitu orangutan. Tapi sebelum kita bahas lanjut, ada yang tau bedanya antara kera besar dan monyet?


Illustration by Asian Orlando



Perbedaan Antara Kera Besar dan Monyet

Kera besar dan monyet merupakan kelompok hewan primata yang sering dianggap sama. Bahkan, tak jarang orang  tidak mengetahui perbedaan keduanya. Meski sama-sama berbulu dan memiliki postur tubuh mirip manusia, tetapi faktanya kera besar dan monyet memiliki perbedaan yang sangat jelas. Banyak perbedaan yang bisa kamu temukan dari kedua primata ini, di antaranya:

Kera besar

Karakteristik kera besar yakni mereka tidak memiliki ekor, lengannya sedikit lebih panjang dari kakinya, dan ukuran badannya jauh lebih besar dibandingkan dengan monyet. Mereka dapat berjalan menggunakan dua kaki seperti manusia. Namun, mereka lebih menyukai berjalan dengan kedua tangan dan kakinya atau quadrupedal. Orangutan, simpanse, bonobo, dan gorila termasuk ke dalam golongan kera besar.

Monyet

Karakteristik monyet yang membedakan dengan kera besar adalah adanya ekor yang digunakan sebagai penyeimbang ketika memanjat pohon maupun berjalan di dahan pohon. Sehingga mereka mampu berdiri atau bergerak hanya menggunakan dua kaki tanpa tangan atau bipedal. Ukuran tubuh mereka lebih kecil dibandingkan dengan kera besar. 


Image source: treknature.com;pixabay.com



Populasi Orangutan

Berdasarkan data yang diperoleh dari WWF, saat ini total populasi orangutan di dunia adalah 14.600 dan 90% berada di kawasan Negara Indonesia. Orangutan dapat ditemukan di wilayah hutan hujan tropis Asia Tenggara, yaitu di Pulau Borneo dan Sumatra di wilayah bagian negara Indonesia dan Malaysia. Daerah jelajah mereka biasanya dibatasi ketinggian, karena orangutan biasa hidup di ketinggian di bawah 500 meter di atas permukaan laut (dpl). Namun, terdapat catatan bahwa orangutan ditemukan di ketinggian 1,500 dpl, meski ini tentu sebuah pengecualian. ​​Orangutan dapat ditemukan di berbagai jenis habitat dari hutan mangrove sampai ke hutan karst gunung kapur, tetapi paling banyak di hutan tropis dataran rendah. Istilah ini sebenarnya mencakup banyak jenis hutan, dengan dua diantaranya sangat penting bagi orangutan, yaitu hutan dipterokarp kering dan hutan rawa.

Populasi orangutan saat ini statusnya dinyatakan kritis. Indonesia sendiri memiliki tiga spesies orangutan, yakni Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Ketiganya berstatus sangat terancam punah (Critically Endangered/CR) berdasarkan daftar merah IUCN. 

Left: Male Bornean orangutan (P. pygmaeus); Center: Sumatran orangutan (P. abelii); Right: Tapanuliensis orangutan (P. tapanuliensis)



Data Statistik Orangutan Per Tahun

Serangkaian kegiatan pengamatan terhadap orangutan tengah dilakukan melalui program Population and Habitat Viability Assessment (PHVA). Kegiatan ini terakhir dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat tahun 2016. Setelah dilakukannya pembaharuan, PHVA Orangutan 2016 menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan (SRAK) 2019-2029, sebagai pengganti SRAK 2007-2017.

Menurut PHVA Orangutan 2004, populasi dan distribusi Orangutan Sumatera diprediksi sejumlah 6.667 individu, dengan luas habitat 703.100 hektar. Lalu saat ini diperkirakan jumlah Orangutan Sumatera berkisar 14.470 individu di habitat seluas 2.155.692 hektar. Namun, angka ini tidak menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah populasi. Sebaliknya, terjadi penurunan dari 0,95 individu/km2 menjadi 0,67% individu/km2. Dalam artian, orangutan akan sulit ditemui per 1 km persegi di habitatnya. 

Berdasarkan Final Report PHVA Orangutan 2016, diperkirakan tersisa 71.820 orangutan yang ada di Sumatera dan Kalimantan, dengan luas habitat sekitar 17.460.600 hektar.  Secara detail, berikut estimasi penurunan jumlah orangutan di Kalimantan berkisar tahun 1997-2014.

Wilayah

Estimasi Jumlah Individu per Periode

Persentase Keseluruhan 

1997-2002

2003-2008

2009-2014

Individu

%

Individu

%

Individu

%

Sabah

14.354

14,1%

12.638

14,9%

10.691

15,1%

14,7%

Sarawak

2.268

2,2%

1.800

2,1%

1.664

2,4%

2,2%

Kalimantan Barat

27.291

26,9%

22.103

26,0%

17.663

25,0%

26,0%

Kalimantan Tengah

49.467

48,7%

41.542

49,0%

34.673

49,0%

48,9%

Kalimantan Timur

7.294

7,2%

6.023

7,1%

5.335

7,5%

7,3%

Kalimantan Utara

815

0,8%

746

0,9%

665

0,9%

0,9%

Total

101.489

100%

84.852

100%

70.691

100%

100%

​​

Penyebab Orangutan Sangat Terancam Punah

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species, orangutan tergolong sebagai satwa yang critically endangered atau sangat terancam punah. Di mana hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  1. Hilangnya habitat orangutan

Eksploitasi terhadap hutan konversi menjadi lahan  perumahan, infrastruktur perkotaan, pertanian, akuakultur, hingga pertambangan dapat mengancam keberadaan orangutan. Hal ini disebabkan karena semakin sempitnya, bahkan hilangnya habitat orangutan.

  1. Kebakaran hutan

Tahun 1997-1998 terjadi kebakaran di hutan lahan gambut Kalimantan Selatan yang mengakibatkan hilangnya 8.000 Orangutan Kalimantan. Hal ini menunjukkan kebakaran hutan juga menjadi faktor terancam punahnya orangutan.

  1. Perubahan iklim dan cuaca buruk

Perubahan iklim dan cuaca yang buruk dapat menyebabkan penurunan kualitas hingga rusaknya beberapa habitat orangutan. Hal ini menyebabkan peningkatan risiko kematian orangutan karena rusaknya ekosistem.

  1. Minimnya kesadaran tentang orangutan

Riset menunjukkan bahwa 27% masyarakat di Kalimantan tidak tahu orangutan dilindungi oleh hukum. Oleh sebab itu, marak terjadi perburuan orangutan hingga menjadikan dagingnya sebagai makanan.

  1. Perburuan orangutan

Perburuan ilegal menjadi penyebab utama penurunan jumlah orangutan. Di mana setelah diburu, orangutan diambil dagingnya untuk dikonsumsi ataupun dijadikan peliharaan lalu terjadi penganiayaan. Namun, keduanya tentu menjadi ancaman bagi keberadaan orangutan. Riset menunjukkan bahwa perlindungan habitat orangutan tidak menjamin keberlangsungan hidup orangutan, apabila perburuan masih terjadi.

Source: https://www.fiverr.com/jonnyplant

Peran Orangutan di Hutan

  1. Orangutan Mendorong Pembentukan Kawasan Lindung

Orangutan memberikan dukungan bagi ekosistem karena termasuk umbrella species. Umbrella species penting karena memiliki jangkauan geografis yang luas yang akan membantu melindungi organisme lain dalam ekosistem tersebut. Dengan menciptakan kawasan lindung di mana spesies payung ini berkeliaran, seluruh komunitas ekologi akan diuntungkan.

Umbrella spesies yang memiliki penyebaran yang luas yang membutuhkan banyak spesies lain atau spesies yang membutuhkan area yang luas sehingga perlindungan jenis ini juga melindungi hewan lain yang juga menempati daerah yang sama.

  1. Orangutan Membentuk Ekosistem

Orangutan adalah petani hutan yang efektif karena orangutan adalah hewan frugivora atau pemakan buah dari ratusan  spesies pohon buah yang berbeda yang ada di hutan, maka dari itu, orangutan memiliki tingkat penyebaran biji yang sangat tinggi. Mereka memakan buah dari pohon, biji akan keluar dan menyebar diseluruh hutan. Terutama benih yang lebih besar yang sulit disebarkan oleh hewan yang lebih kecil. Orangutan membantu membentuk hutan dan menyediakan habitat dan makanan bagi spesies pemakan buah lainnya. Tanpa mereka, hutan tidak dapat menghidupi seluruh masyarakat.

Source: The Scientist Magazine

Apa Yang Bisa Dilakukan Untuk Membantu Orangutan?

  1. Jadilah konsumer yang bertanggungjawab

Gaya hidup serta perilaku kita sebagai konsumen sangat menentukan keberlangsungan serta kesehatan habitat. Dengan menyadari berapa banyak emisi karbon yang kita hasilkan sehari-hari dan mau mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan, kita sudah mendukung usaha konservasi lingkungan. Pilihlah produk-produk konsumsi yang berkelanjutan dan menerapkan kebiasaan baik seperti:

    • memilah sampah domestik
    • menghemat air dan energi
    • menanam pohon
    • memilih untuk menggunakan barang-barang yang dapat dipakai ulang
    • mengurangi penggunaan plastik
    • mendukung bisnis lokal
    • menginspirasi orang lain untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik tersebut
    • mengedukasi diri sendiri tentang bagaimana cara untuk memiliki gaya hidup yang lebih sehat dan ramah lingkungan juga penting demi habitat kita. 

Ada banyak organisasi yang memberikan sertifikasi untuk produk-produk serta brand yang memiliki bisnis yang berkelanjutan, seperti www.rspo.org, www.fsc.org, dan masih banyak lagi organisasi lainnya yang dapat membantu kita memilih produk yang tepat untuk gaya hidup kita. Sangat penting bagi kita untuk semakin mengedukasi diri agar dapat menjadi konsumen yang bertanggungjawab. 

  1. Gunakan produk yang memiliki sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC)

Kayu dari hutan Indonesia, umumnya diolah menjadi berbagai furniture dan kertas. Maka gunakan produk yang bersertifikat FSC, sebab produk tersebut menggunakan kayu yang dipanen secara berkelanjutan atau memperhatikan lingkungan.

  1. Mempelajari dan mengkampanyekan kepedulian terhadap orangutan

Menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya peran orangutan bagi ekosistem hingga jumlahnya yang kian terancam punah, dapat dilakukan sebagai upaya pelestarian orangutan. Semakin tinggi kepedulian masyarakat terhadap maka keberhasilan upaya pelestarian orangutan semakin tinggi.

  1. Hindari menggendong orangutan

Saat Anda melakukan kunjungan ke habitat atau konservasi orangutan, hindari menggendong bayi orangutan. Sebab penularan flu dari manusia sangat membahayakan bagi orangutan.

  1. Orangutan bukan peliharaan dan makanan

Jangan membeli orangutan ataupun menerimanya sebagai hadiah. Hal ini ilegal untuk dilakukan dan Anda akan dikenakan denda atau hukuman penjara.

  1. Melaporkan pelanggaran terhadap orangutan ke aparat

Apabila Anda menemukan organisasi atau individu yang melakukan tindakan berbahaya bagi orangutan, seperti menyiksa atau memburu. Segera laporkan kepada pihak berwajib, agar hal tersebut dapat ditindaklanjuti dan diadili sesuai Undang-Undang yang berlaku.

  1. Menjadi relawan

Ambil bagian menjadi relawan konservasi orangutan merupakan salah satu langkah nyata dan secara langsung dapat melestarikan orangutan.

  1. Berdonasi

Memberikan sumbangan kepada NGO ataupun konservasi tentu dapat membantu pelestarian orangutan. Hal ini disebabkan karena fasilitas dan program konservasi orangutan yang dapat menjadi lebih baik melalui bantuan dana tambahan.

 

Tentang BOSF

Bagi teman-teman Earthlings yang mau lebih proaktif mendukung pelestarian orangutan, kalian bisa bergabung langsung dengan program-program yang telah disediakan oleh BOS Foundation

Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) adalah organisasi non-profit Indonesia yang didedikasikan untuk konservasi orangutan Kalimantan dan habitatnya, bekerja sama dengan masyarakat setempat, Kementerian Kehutanan Indonesia dan organisasi mitra internasional yang didirikan pada tahun 1991. Awal perjalanan dimulai dengan pendirian pusat rehabilitasi sederhana di Wanariset di Kalimantan Timur sebagai tanggapan atas banyaknya nyawa orangutan yang terlantar akibat perdagangan hewan peliharaan ilegal.

Selama lebih dari 30 tahun sejak BOSF didirikan pada tahun 1991, BOSF telah membantu memperbaiki lebih dari 1.000 kehidupan orangutan melalui penyelamatan, rehabilitasi, pelepasliaran, translokasi, dan perawatan jangka panjang. Sejak 2012, BOSF telah melepasliarkan 478 orangutan di kawasan hutan yang aman dan mencatat 22 bayi lahir liar di antaranya. BOSF juga membantu melindungi atau merehabilitasi lebih dari 450.000 hektar hutan hujan.

BOSF berkomitmen untuk melindungi masa depan orangutan dan rumah hutannya melalui program dalam reintroduksi orangutan, rehabilitasi dan konservasi hutan, pengembangan masyarakat, dan perawatan suaka seumur hidup untuk hewan yang tidak dapat dilepasliarkan. Dengan wilayah kerja di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, dua pusat rehabilitasi, tiga lokasi reintroduksi orangutan, dua proyek reboisasi skala besar, program perlindungan dan penelitian orangutan liar, inisiatif pengembangan masyarakat yang tersebar luas, dan organisasi mitra yang beroperasi di empat benua, BOSF percaya bahwa masalah kompleks membutuhkan solusi berskala besar, inovatif, dan inklusif.

Tiga orangutan muda bersama pengasuhnya, di sekolah orangutan milik BOSF di Kutai, Kaltim. Source: Antara/Regina Safri

Apa Yang Bisa Kita Lakukan Melalui BOSF?

Dukungan  Jangka Pendek

BOSF memiliki dua pilihan untuk donas

1. Paket Donasi

    • Rp 100.000 dapat memberikan buah untuk 7 orangutan atau menanam pohon
    • Rp 250.000 dapat membeli peralatan untuk program pengayaan orangutan
    • Rp 500.000 dapat memberikan pemeriksaan kesehatan umum untuk pemeriksaan kesehatan rutin orangutan
    • Rp 1.000.000 dapat menyediakan makanan orangutan selama 30 hari

2. Donasi dengan nominal sesuai keinginan kita

Kedua pilihan donasi ini bisa dilakukan sekali ataupun secara rutin. Kalian dapat pergi ke situs web BOSF dan ikuti petunjuk pada tombol “Donasi”. Uang hasil donasi tersebut digunakan untuk memperoleh hutan lindung untuk program pelepasliaran orangutan yang direhabilitasi dan membantu tim menyelamatkan orangutan dari konflik dan perdagangan hewan peliharaan ilegal, untuk mendukung ibu pengganti untuk anak orangutan di Forest School dan membantu tim pengayaan dan staf veteriner. 100% donasi mendukung biaya untuk tim dan kegiatan berdasarkan wilayah kerja termasuk, tetapi tidak terbatas pada Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Program Konservasi Mawas, dan Pusat Rehabilitasi Orangutan Samboja Lestari.

Orangutan Shop adalah toko oleh-oleh bagi pecinta orangutan dan satwa liar. Setiap pembelian akan mendukung upaya tersebut, dengan berbelanja kita juga ikut bekerja untuk konservasi orangutan. Produk yang tersedia memiliki standar tinggi dalam hal kualitas dan desain.

 

Dukungan Jangka Panjang

BOSF memiliki pusat rehabilitasi untuk merawat orangutan. Kita dapat berkontribusi langsung untuk membantu pertumbuhan orangutan dengan mengadopsi mereka secara virtual. Kita akan menerima update rutin dari spesies yang kita pilih tentang proses perkembangan rehabilitasi dan mendukung perjalanan mereka menuju kebebasan. Saat ini ada 8 individu orangutan yang bisa kita adopsi:

 

Taymur

Jelapat

Mema

Topan

Davi

Kopral & Shelton

Monita

Bumi

Dengan mengadopsi salah satu orangutan di pusat rehabilitasi BOSF, kita turut mendukung perawatan mereka sepanjang waktu dengan bantuan tim BOSF yang berdedikasi dan kegiatan pendukung lainnya. Kita juga akan mendapatkan Adoption Welcoming Pack yang mencakup sertifikat adopsi yang dipersonalisasi, cerita latar belakang lengkap, dan foto eksklusif dari spesies yang kita adopsi.

Sources:

Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

Forum Orangutan Indonesia (FORINA)

International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species

The Nature Conservancy (TNC)

Orangutan Foundation International (OFI)

Population and Habitat Viability Assessment (PHVA)

World Wildlife Fund (WWF)

Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF)

Orangutan Alliance

 




This article is written by E.J. Syamsy, Gentala Mahardika, Dewi Permatasari, and Cindy T.

We would also give tremendous thanks to BOSF team for their contribution and help.


Related Post