Why We Need to Recycle


Why We Need to Recycle image

As The Barbie Girl Song Lyrics, 

“Life in Plastic, It’s Fantastic”, - But is it, Really?!

A bit of a background info…

  • Sejak 1950-an, sekira 8,3 miliar ton plastik telah diproduksi di seluruh dunia Namun, hingga saat ini tersisa 6,3 miliar ton sampah plastik di bumi, yang menandakan hanya 9% yang telah didaur ulang.

  • Plastik dianggap illegal di beberapa negara. Tahun 2017, Kenya mengeluarkan undang-undang tentang pelarangan kantong plastik. Warga Kenya yang ditemukan memproduksi, menjual, bahkan menggunakan kantong plastik, akan dipenjara selama 4 tahun atau didenda sebesar $ 40.000 (£ 31.000).

  • 60-90% sampah di laut mengandung plastik. Tercatat, sekira 8 juta ton plastik ditemukan di lautan per tahunnya. Padahal, plastik sangat berdampak buruk terhadap ekosistem laut karena tidak dapat daur ulang secara alami.

  • 90% sampah plastik di laut berasal dari 10 sungai. Menurut World Economic Forum, ditemukan 10 sungai di Asia dan Afrika yang membawa plastik ke laut. Hal ini disebabkan karena tingginya populasi dan pengelolaan sampah yang buruk. Sungai tersebut di antaranya; 8 sungai di Asia, yakni Yangtze, Indus, Yellow, Hai He, Gangga, Mutiara, Amur, dan Mekong; serta 2 sungai di Afrika, yakni Sungai Nil dan Niger.

  • Tahun 2050 diperkirakan jumlah plastik di lautan akan melebihi banyaknya ikan. Kini, rasio perbandingan plastik dengan plankton sekira 1:2. Di mana saat ini, massa sampah plastik di laut sekira 150 juta ton, yakni seperlima dari jumlah total ikan yang ada.

  • Lebih dari 50% penyu laut menelan plastik. Ditemukan sekira ratusan ribu penyu laut, paus, hingga 1 juta burung laut mati pertahunnya, akibat menelan ataupun terjerat sampah dan tercemarnya air laut. Hal ini kerap terjadi karena hewan laut tidak bisa membedakan sampah dengan makanan. Sebab plastik terpecah menjadi potongan kecil, yang selanjutnya dikonsumsi ikan dan hewan laut lainnya.

  • Jumlah mikroplastik di laut lebih banyak dibanding jumlah bintang di Bima Sakti. Terdapat 100-400 miliar bintang di Galaksi Bima Sakti. Sedangkan, terdapat 51 triliun mikroplastik di laut dunia.

  • Rata-rata manusia mengkonsumsi 70.000 mikroplastik per tahunnya. Mikroplastik terkandung di dalam makanan laut, karena hewan laut yang mengonsumsinya. Sehingga, manusia juga mengkonsumsi mikroplastik. Mikroplastik ini sendiri dapat mengakibatkan penyakit-penyakit berbahaya di jangka panjang, khussusnya dalam sistem pencernaan kita.

  • Rata-rata kantong plastik hanya digunakan selama 12 menit. Mirisnya, meski hanya digunakan sekitar 12 menit saja, tapi butuh ribuan tahun untuk sebuah kantong plastik terurai.

  • Butuh 450 tahun untuk popok bayi agar terurai. Popok bayi mengandung polietilena atau termoplastik, yakni bahan yang sama dengan kantong plastik.

  • Lebih dari 20.000 botol terjual per detiknya .Sebagian besar sampah plastik adalah botol minuman. Tahun 2016, terjual 480 miliar botol plastik, yang menandakan lebih dari 1 juta botol terjual dalam semenit.

  • 2 juta kantong plastik digunakan per menitnya. Tercatat 500 miliar-1 triliun kantong plastik digunakan di seluruh dunia per tahunnya. 

Let’s Start Recycling Plastic!

Recycle atau daur ulang adalah sistem pengelolaan sampah khususnya plastik agar dapat digunakan kembali. Keberhasilan daur ulang bergantung pada kontribusi semua orang. Dari produsen, konsumen, hingga pengelola sampah dan pemerintah. Apabila semua pihak dapat bekerja sama, maka daur ulang akan terlaksana secara efektif. Namun, terdapat beberapa hal tentang daur ulang yang jarang diketahui, di antaranya:


1. Tidak semua plastik bisa didaur ulang

Terdapat beberapa jenis bahan plastik yang tidak dapat didaur ulang, di mana hal ini terlihat dari simbol dan kode pada kemasan plastik tersebut. Yakni kode daur ulang berupa angka dan huruf tertentu. Menurut Kode Identifikasi Resin (RIC), plastik diklasifikasikan menjadi 7 kategori. 

The types of plastic, the logos GreEnlight – Enlight Studies

  1. Polyethylene Terephthalate (PETE atau PET)
 PET Bottles - Source: Mould and Die World Magazine
Contohnya: botol minuman, toples selai, toples jeli, nampan plastik dsb. Jenis plastik ini tergolong ke plastik dengan nilai daur ulang tertinggi. Plastik ini  melepaskan bahan kimia pengganggu endokrin seperti asetaldehida, dan antimon beracun, serta hanya bisa digunakan sekali. 
  1. High-density Polyethylene (HDPE)
Austrian industry increases recyclate content in HDPE bottles to 60%. |  Waste Management World
Contohnya: botol sampo, botol oli, kotak susu, kotak yoghurt, dsb. Bahan aditif dan pelembut yang digunakan dalam plastik ini belum pernah diuji keamanannya.
  1. Polyvinyl Chloride (PVC atau V)
Polyvinyl Chloride (PVC) Plastic: Uses, Properties, Benefits & Toxicity
Contohnya: berbagai jenis pipa. Jenis plastik paling beracun dibanding yang lain. Penggunaan plastik ini dapat menimbulkan masalah reproduksi, diabetes, toksisitas organ, dan kanker.
  1. Low-density Polyethylene (LDPE)
Plastic Bag at Rs 125/kilogram(s) | Plastic Bags | ID: 12381407988
Contohnya: kantong plastik sekali pakai, cling wrap, dan kemasan plastik makanan. Secara kimia, jenis ini relatif tidak reaktif. Plastik ini terdegradasi dengan sangat lambat dan menjadi beban bagi lingkungan selama berabad-abad.
  1. Polypropylene (PP)
PP Plastic Articles by Perfect Plastics, pp plastic articles,Plastic  Injection Moulded Articles | ID - 3849328
Contohnya: kotak margarin, nampan makanan siap saji, peralatan medis dan laboratorium, dsb. Bahan aditif dan pelembut yang digunakan dalam plastik ini belum pernah diuji keamanannya.
  1. Polystyrene (PS)
Jangan Sampai Salah! Hanya 7 Jenis Plastik Ini yang Aman untuk Pangan | PT.  Mitra Kualitas Utama
Contohnya: sendok dan garpu plastik, gelas minuman, kaset CD, dsb. Plastik ini melarutkan penghambat api brominasi yang sangat beracun.
  1. Other Plastics (Other or O)
10 Rekomendasi Botol Susu Bayi dan Harganya
Polycarbonate (PC) adalah jenis yang paling umum dalam kategori ini. PC juga dikenal sebagai Lexan, Makrolon dan Macroclear. Jenis plastik sering digunakan untuk botol bayi, botol minum, galon air, bantalan karet dalam kotak makanan, tutup botol plastik tipis dan tutup odol. Padahal, PC mengandung bisphenol A (BPA), yang dapat mengakibatkan berbagai efek buruk terhadap sistem reproduksi kita. BPA telah menemukan bahwa PC dapat mengakibatkan kerusakan kromosom di ovarium wanita, penurunan jumlah sperma di pria, dan mempercepat proses pubertas secara tidak alami.


2. Plastik yang kotor tidak dapat didaur ulang

Ini adalah salah satu penyebab plastik daur ulang sangat rumit dan menyita waktu. Bahan plastik jenis apapun tidak akan dapat didaur ulang jika ada sisa makanan di dalamnya. Sebab, plastik harus dalam keadaan baik agar dapat didaur ulang. Sehingga penting bagi kita untuk mencuci kemasan makanan sebelum membuangnya, agar bisa didaur ulang. Bayangkan apabila kita bahkan tidak membedakan sampah plastik dengan sampah organik - proses daur ulang akan sangat menyita waktu.

Beberapa pabrik daur ulang yang telah mengumpulkan plastik, perlu untuk mencuci kembali plastik beberapa kali sebelum akhirnya dipotong, dipanaskan, dan diubah. Namun, plastik yang terlalu kotor akan dibuang ke tempat pembuangan akhir atau insinerator dan tidak dapat kembali pabrik daur ulang.

3. Daur ulang plastik menurunkan kualitasnya

Plastik tersusun oleh polimer atau rantai atom, di mana semakin panjang rantai polimer maka semakin tinggi kualitas plastik tersebut. Dalam hal ini, setiap kali plastik didaur ulang, rantai polimer akan semakin pendek. Sehingga kualitas plastik akan menurun. Maka dibutuhkan penambahan bahan tertentu agar kualitas plastik membaik dan dapat bersaing dengan barang plastik non daur ulang di pasar.

4. Kaca dan logam dapat didaur ulang berkali-kali

Faktanya, kaca dan logam dapat didaur ulang tanpa batas serta tanpa menurunkan kualitas ataupun kemurnian produknya. Sehingga tidak dibutuhkan tambahan bahan saat daur ulang kaca maupun logam. Namun, karena faktor biaya pengiriman dan keamanan yang mempertimbangkan risiko pecah, membuat banyak orang beralih menggunakan plastik. Untuk info lebih mengenai kaca dan plastik dalam tingkat sustainabilitynya, Anda bisa baca blog kami disini.

"When you refuse to reuse, it's our earth you abuse"

Source:

dw.com; amwaytoday.co.id; blog.nationalgeographic.org; slrecyclingltd.co.uk; actioncarting.com

This article is written by E.J. Syamsy


Related Post