CARPOOLING, SOLUSI UNTUK BEPERGIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN


CARPOOLING, SOLUSI UNTUK BEPERGIAN YANG RAMAH LINGKUNGAN image

MENGENAL CARPOOLING LEBIH JAUH, YUK!

Carpooling merupakan konsep memberikan tumpangan ke orang lain yang tujuannya searah dengan kita untuk memaksimalkan efisiensi kapasitas suatu mobil. 

 

Konsep carpooling pertama kali muncul pada masa Perang Dunia II sebagai “penjatahan bahan bakar” karena Pemerintah Amerika ingin menghemat persediaan bahan bakar sebagai kebutuhan perang di Amerika Utara, yang kemudian berevolusi menjadi solusi dalam menghindari biaya kemacetan serta berperan penting untuk perencanaan infrastruktur kota. 

 

Carpooling kemudian semakin berkembang karena berbagai tekanan seperti kemacetan di jalan, kenaikan biaya bahan bakar, serta tuntutan untuk menciptakan solusi mobilitas yang berkelanjutan bagi lingkungan. 

 

Ilustrasi mengendarai mobil. (Sumber: pexels.com/@maksgelatin)

 

Umumnya, jenis carpooling yang biasa dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Casual carpooling, adalah jenis carpooling yang fleksibel dan dilakukan antar sesama orang asing tanpa perencanaan sebelumnya. Jenis carpooling yang satu ini bisa tidak berbayar dan bisa juga berbayar, biasanya untuk mengganti biaya perjalanan seperti tol, bensin, dan lainnya. Orang yang ingin mendapatkan tumpangan biasanya disediakan tempat untuk menunggu penyedia carpooling menjemput mereka.

  • Real-Time Carpooling, atau juga dikenal sebagai carpooling berbasis aplikasi, merupakan jenis carpooling yang diatur sesuai permintaan melalui aplikasi di smartphone atau website. Penumpang carpooling akan dijemput di lokasi saat mereka memesan layanan atau di tempat yang telah disepakati bersama dengan penyedia jasa carpooling.

  • Vanpooling, merupakan jenis carpooling yang menggunakan mobil van untuk bepergian dan terdiri dari 7 sampai 15 orang penumpang. Para pengguna vanpooling akan patungan untuk menanggung biaya perjalanan serta bergantian menjadi driver.

 

LALU, APA YANG MEMBUAT CARPOOLING LEBIH RAMAH LINGKUNGAN?

 

Ilustrasi carpooling. (Sumber: pexels.com/@hadislash)

 

Pada penerapannya, carpooling telah memberikan dampak positif bagi lingkungan serta kehidupan sosial masyarakat. Mulai dari menghemat konsumsi bahan bakar, mengurangi emisi gas rumah kaca, mengurangi kemacetan, hingga mengurangi polusi udara. 

Kita kupas lebih jauh lewat penjelasan di bawah ini, yuk!

  • Menghemat konsumsi bahan bakar

Setiap tahunnya, rata-rata mobil biasa dan mobil sport mengonsumsi masing-masing sekitar 550 dan 915 galon bensin, lho! Wow, cukup tinggi, bukan? Melihat permasalahan ini, carpooling jadi strategi paling efektif untuk mengurangi konsumsi bahan bakar berlebih. Hal ini didukung oleh studi dari Jacobson dan King yang menemukan fakta bahwa carpooling dapat menghemat 33 juta galon bensin per harinya jika setiap mobil yang beroperasi di jalanan membawa satu penumpang tambahan. Dampaknya signifikan sekali, ya?

 

  • Mengurangi emisi gas rumah kaca

Penghematan konsumsi bahan bakar juga berperan dalam membantu menurunkan emisi gas rumah kaca. Jacobson dan King menyatakan bahwa menambahkan satu penumpang ke setiap 100 kendaraan akan menghemat sebanyak 7,2 juta ton emisi gas rumah kaca setiap tahunnya di Amerika Serikat. Ini menjadi bukti bahwa carpooling cocok menjadi salah satu strategi utama dalam mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global, isn’t it?

 

  • Mengurangi kemacetan

Carpooling membantu mengurangi kemacetan melalui efisiensi kapasitas mobil yang mencegah penggunaan kendaraan pribadi oleh individu ketika bepergian. Carpooling akan membuat jumlah kendaraan di jalan menurun sehingga waktu tempuh ke tempat tujuan lebih singkat dan kita sampai lebih cepat. Siapa yang betah berlama-lama di jalanan, bukan? Selain itu, kita juga bisa menghemat bahan bakar yang sebelumnya boros karena terjebak macet di jalanan, which is a good deal!

 

  • Mengurangi polusi udara

Semakin sedikit jumlah kendaraan di jalanan sama dengan semakin sedikit udara kotor akibat asap kendaraan, setuju? Carpooling membantu mengurangi polusi udara dengan menghindari pemakaian kendaraan pribadi yang kurang efisien sehingga memberikan solusi dengan memaksimalkan kapasitas sebuah kendaraan. Jika carpooling diterapkan di kota besar yang rentan polusi, perubahan udaranya akan terlihat signifikan mengingat asap kendaraan adalah salah satu penyebab utama dari polusi udara. 

 

Satu lagi! Carpooling akan membantu kamu menghemat pengeluaran untuk biaya perjalanan. Semakin banyak jumlah orang yang bergabung carpooling denganmu, semakin kecil pula biaya yang akan kamu keluarkan untuk patungan membayar biaya bensin, parkir, dan biaya terkait lainnya. Affordable, right? 

   

JADI PENUMPANG CARPOOLING DI INDONESIA, AMAN KAH?

Carpooling terbilang cukup umum dilakukan di luar negeri, namun bagaimana dengan Indonesia? 

 

Sejauh ini, istilah carpooling sepertinya masih asing untuk kebanyakan orang Indonesia. Untuk memastikan bahwa kita bisa melakukan carpooling dengan aman, kita harus mengedukasi diri sendiri terlebih dahulu mengingat carpooling erat kaitannya dengan strangers atau orang asing. 

 

Terlepas dari pandemi yang sedang terjadi saat ini, memastikan bahwa kamu, driver, maupun orang lain yang carpooling bersamamu tetap sehat adalah hal pertama yang harus dilakukan. Kondisi dan kebersihan kendaraan juga penting untuk diperhatikan karena kamu bisa melihat kepribadian driver dari situ. Kamu tidak akan betah berada di mobil yang kotor dan berantakan, bukan? 

 

Kemudian, kamu harus memastikan bahwa mobilmu memiliki alat keamanan seperti safety belt yang cukup agar selama perjalanan kamu merasa aman. Jangan lupa tentang kesepakatan mengenai aturan yang berlaku selama perjalanan, seperti misalnya tidak boleh merokok, tidak boleh makan & minum, serta tidak boleh memutar musik terlalu keras. Berbayar atau tidaknya carpooling yang kamu gunakan juga penting untuk disepakati agar transparansi sistem carpooling jelas.

 

Intinya, komunikasi antara kamu dan penyedia carpooling harus sampai pada tahap kamu bisa menaruh rasa percayamu kepada si penyedia carpooling. Bila perlu ajak teman agar kamu merasa lebih tenang selama carpooling, ya.

 

 

 

References:

eScholarship Publishing: The Benefits of Carpooling

Liftango: What is Carpooling

Neliti: Feasibility of Carpooling

RTC Smart Trips: Carpool FAQ

 

This article is written by Amalia Diva Kamila Ramadhani 

 


Related Post