JANGAN BUANG SMARTPHONE BEKASMU, E-CYCLING SAJA!


JANGAN BUANG SMARTPHONE BEKASMU, E-CYCLING SAJA! image

SEBELUMNYA, SUDAH TAHU APA ITU E-WASTE?

E-waste atau electronic waste adalah peralatan elektronik yang telah dibuang karena rusak, tidak berfungsi, sudah tidak bisa digunakan lagi, atau tidak lagi digunakan karena berbagai alasan seperti misalnya sudah ada peralatan baru yang lebih canggih, dan sebagainya. 

 

Potensi e-waste ada di sekitar kita, mulai dari barang-barang rumah tangga seperti kulkas, mesin cuci, televisi, air conditioner (AC), sampai dengan alat teknologi untuk komunikasi yang saat ini wajib dimiliki seperti smartphone, laptop, komputer, dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut akan menjadi e-waste ketika sudah rusak dan tidak lagi digunakan.

 

Peralatan elektronik ini kemudian menjadi limbah elektronik yang berpotensi merusak ekosistem alam jika tidak dibuang dengan benar. 

Ilustrasi recycling smartphone. (Sumber: pixabay.com/WilfriedPohnke)

 

TAHUKAH KAMU?

 

Ilustrasi e-waste. (Sumber: pixabay.com/INESby)

 

  • Menurut laporan World Economic Forum pada Januari 2019, sampah elektronik atau E-waste merupakan limbah yang pertumbuhannya paling cepat dengan perkiraan aliran limbah sebanyak 48,5 juta ton pada tahun 2018.

  • Membuat sebuah komputer bersama dengan monitornya membutuhkan setidaknya 1,5 tons air, 22 kg bahan kimia, dan 240 kg bahan bakar fosil.

  • Mendaur ulang 1 juta ponsel akan menghasilkan lebih dari 15.875 kg tembaga, 14,9 kg palladium, 350 kg  perak, dan 34 kg emas.

  • Untuk setiap 10.000 ton limbah komputer yang didaur ulang akan menciptakan 296 pekerjaan per tahun dibandingkan dengan membuangnya ke tempat pembuangan atau pembakaran sampah.

  • Jumlah timbal yang berlebihan dalam sampah elektronik, jika dilepaskan ke lingkungan, dapat menyebabkan kerusakan parah pada darah dan ginjal manusia, serta sistem saraf pusat dan perifer.

 

MENGAPA E-CYCLING PENTING?

Selain fakta-fakta di atas, alasan lain kita harus mendaur ulang sampah elektronik adalah karena dampaknya yang sangat berbahaya jika dibuang sembarangan alih-alih dikelola dengan benar. Di bawah ini adalah alasan penting yang untuk refleksi diri agar kita mulai e-cycling barang elektronik bekas kita.

 

  • Melestarikan sumber daya alam

Peralatan elektronik merupakan sumber bahan baku berharga. Hanya karena suatu perangkat tidak lagi berfungsi, bukan berarti harus langsung dibuang. Bahan baku di dalam perangkat tersebut, seperti emas, alumunium, tembaga, dan bahan baku lainnya dapat diambil untuk kemudian digunakan kembali untuk membuat yang baru.   

 

PBB menemukan bahwa limbah elektronik mengandung logam mulia 40 hingga 50 kali lebih kaya daripada bijih yang ditambang dari bumi. Selain itu, internationally, emas dalam limbah elektronik hanya berhasil diselamatkan sebanyak 10-15 persen, sedangkan sisanya hilang. 

 

E-cycling akan membuat bahan baku seperti emas dan logam mulia mudah didapatkan, sehingga eksploitasi tambang bisa dihilangkan melalui penerapan e-cycling yang konsisten. Selain menghemat sumber daya di bumi, proses mendapatkan bahan baku dari e-cycling juga lebih efisien karena berbagai dampak positifnya untuk alam. 

 

  • Mengurangi zat beracun dan gas rumah kaca

E-waste mengandung zat beracun seperti kadmium, kromium, timbal, merkuri, dan banyak lagi. Zat-zat beracun tersebut akan berbahaya bagi lingkungan dan menimbulkan dampak seperti merusak tanah, mencemari air dan juga udara.

 

E-cycling akan mengurangi emisi bahan kimia dengan memanfaatkan e-waste untuk membuat peralatan elektronik yang baru. Ketika bahan daur ulang digunakan untuk memproduksi peralatan elektronik baru, maka peralatan hasil daur ulang tersebut akan menggunakan lebih sedikit energi sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke lingkungan.

 

  • Menjaga kesehatan 

Seperti disebutkan di atas, e-waste mengandung bahan kimia dan zat beracun yang berbahaya. Selain merusak lingkungan, membuang e-waste sembarangan akan membahayakan penduduk sekitar. Dalam jumlah yang kecil sekalipun, zat beracun dalam e-waste akan berbahaya jika masuk ke air, tanah, dan menyebar ke udara. 

 

Melalui e-cycling, kita dapat menjauhkan zat-zat beracun tersebut dari tempat pembuangan sampah dengan membawanya ke pusat daur ulang yang ada di sekitar kita. 

 

  • Mengelola produksi limbah padat

Perkembangan teknologi yang pesat membuat masa hidup suatu alat elektronik cenderung lebih pendek daripada sebelumnya. Ini kemudian membuat jumlah limbah padat meningkat cepat dan memenuhi tempat pembuangan sampah karena limbah padat susah untuk terurai, bahkan bisa tidak terurai sama sekali. 

 

E-cycling akan mengurangi jumlah limbah padat yang tertumpuk di tempat pembuangan akhir melalui daur ulang e-waste dengan memanfaatkannya dalam berbagai bentuk. Dengan begitu, tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sangat mungkin berkurang pesat dan mengelola limbah lainnya menjadi lebih mudah.

 

E-CYCLING PUNYA PERAN PENTING DALAM MENJAGA LINGKUNGAN, LHO!

Setelah mengetahui betapa pentingnya e-cycling, di bawah ini adalah manfaat e-cycling untuk lingkungan jika penerapan e-cycling dilakukan secara konsisten.

 

  • Mengurangi eksploitasi bahan tambang 

Semua komponen alat elektronik mengandung mineral dan logam yang harus ditambang dari berbagai pertambangan di seluruh dunia. Penambangan sumber daya yang terus menerus akan membuat sumber daya menipis dan merusak lingkungan. Mengutip dari Recycle Technologies, 98% komponen dalam perangkat elektronik dapat didaur ulang. E-cycling akan membantu memenuhi kebutuhan logam melalui ekstraksi dari barang elektronik bekas, sehingga kebutuhan untuk menambang sumber daya alam berkurang.

 

Sebagai perbandingan, kita bisa mendapatkan 40 hingga 800 kali lebih banyak emas dan 30 hingga 40 kali lebih banyak tembaga dari 1 ton papan sirkuit daripada saat kita menambang 1 ton bijih. Intinya, e-waste atau limbah elektronik mengandung banyak komponen yang terbuat dari bahan tambang sehingga dengan e-cycling, kebutuhan bahan tambang dapat ditekan melalui pemanfaatan kembali komponen-komponen tersebut.

 

  • Mencegah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) jadi sumber bahaya

Setiap tahunnya, e-waste dibuang ke TPA dalam jumlah yang semakin meningkat. Membuang e-waste ke TPA akan menghasilkan banyak masalah bagi lingkungan. Contohnya, logam yang terdapat dalam e-waste seperti besi, aluminium, dan emas, akan mengikis tanah dan melepaskan racun berbahaya. Begitu juga dengan kandungan plastik dalam e-waste yang bisa meracuni tanah. Racun yang memasuki tanah akan membunuh semua tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di lahan tersebut. Bahkan skenario terburuknya, racun kemudian menyebar sampai ke mata air.

 

Di sinilah peran e-cycling dibutuhkan, di mana e-waste akan didaur ulang dengan memisahkan komponen e-waste yang bisa digunakan kembali untuk membuat produk baru. Kemudian, komponen yang tidak dapat didaur ulang akan dibuang dengan benar sehingga tidak membahayakan lingkungan. E-cycling membantu menghemat ruang di TPA sehingga e-waste tidak memberikan bahaya bagi mikroorganisme dan tumbuhan yang ada.

 

  • Melindungi sumber air dari pencemaran zat beracun

Tempat pembuangan sampah yang penuh akan e-waste beresiko melepaskan racun ke air dalam tanah yang bisa sampai sumur terdekat. Ini meningkatkan resiko keracunan bahan kimia untuk hewan dan masyarakat sekitar yang mengonsumsi air tersebut. Melalui e-cycling, pencemaran zat beracun dapat dicegah sehingga air tetap bersih dan aman untuk dikonsumsi.



  • Mengurangi polusi udara

Membakar e-waste akan melepaskan gas beracun ke udara sehingga menyebabkan polusi udara yang  Itulah mengapa kita harus melakukan e-cycling dengan memastikan bahwa alat elektronik yang sudah tua dan tidak digunakan lagi didaur ulang dengan benar alih-alih dibakar langsung.

 

Selain itu, pembuatan bahan baku alat elektronik melibatkan proses pertambangan yang mengeluarkan emisi gas dari adanya peledakan batuan. Tiap 1 ton emas atau platinum, ada sekitar 10.000 ton karbon dioksida yang dilepaskan ke udara. Untuk meminimalisir hal ini, e-cycling butuh dilakukan agar eksploitasi tambang dapat dicegah sehingga emisi gas beracun dapat dihentikan dan polusi udara pun berkurang.

 

  • Melindungi lahan dan menghemat energi

Proses produksi logam untuk bahan baku alat elektronik melibatkan pertambangan yang memakan lahan dan energi dalam jumlah cukup besar. Menggali dan mengebor tanah yang kemudian ditinggalkan begitu saja akan membahayakan lingkungan. Lahan bekas tambang membentuk lubang-lubang besar yang kemudian menjadi lahan kering dan gersang. Saat hujan lebat, daerah dengan lahan bekas tambang tersebut menjadi tidak stabil. E-cycling akan membantu menekan jumlah kebutuhan bahan baku alat elektronik menjadi lebih kecil sehingga dapat mencegah pertambangan yang berlebihan dan menghemat energi yang dikeluarkan serta menghindari terbentuknya lahan kering yang berbahaya bagi lingkungan.

 

  • Menyediakan sumber daya ramah lingkungan bagi produsen 

Setiap perangkat elektronik memiliki komponen dari bahan logam dan plastik yang merupakan hasil pengerukan sumber daya tambang. Ketika perangkat tersebut rusak dan dibuang, itu berarti semakin banyak tambang yang harus digali untuk menghasilkan bahan baku perangkat elektronik baru. Siklus ini akan terus terjadi dan menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan.

 

Namun, jika e-cycling diterapkan, kita akan membantu alam terhindar dari eksploitasi dan penumpukan e-waste dengan mendistribusikan komponen e-waste yang reusable ke produsen yang membutuhkan. Misalnya, hard drive dapat diolah menjadi batangan aluminium untuk digunakan oleh produsen otomotif, dengan begitu kelangkaan aluminium dapat dicegah dan e-waste tidak terbuang sia-sia. 

 

TAPI, GIMANA CARANYA RECYCLING E-WASTE?

Tidak seperti sampah organik dan anorganik pada umumnya yang bisa dikelola sendiri di rumah, e-waste memerlukan penanganan yang serius sehingga harus diserahkan kepada ahlinya. Jika kamu ingin membuang handphone bekas yang sudah menumpuk di rumah, kamu bisa mencari pusat pembuangan e-waste di daerah sekitarmu. Cari dan telusuri layanan jasa daur ulang yang bertanggung jawab, karena kebanyakan e-waste akan dikirim ke negara berkembang untuk disortir dan dibakar. Layanan jasa daur ulang yang bersertifikat akan menjamin e-waste kamu dikelola dengan baik sehingga meminimalisir dampak buruk untuk lingkungan dan kesehatan. Then, pastikan kalau kamu sudah mengeluarkan SIM card serta mencadangkan dan membersihkan data pribadi di gadget yang ingin kamu e-cycling, ya! Ini akan membantu pihak penyedia jasa e-cycling dalam proses daur ulang nantinya.

 

Kamu juga bisa bertanya ke pemerintah setempat mengenai pengelolaan e-waste, apakah ada pihak yang bertugas untuk mengumpulkan e-waste atau kamu harus menaruhnya ke titik drop off e-waste yang tersedia. Kemudian, jangan lupa cek kebijakan daur ulang perusahaan asal barang-barang elektronik milikmu. Merk gadget ternama seperti Apple memiliki program Apple Recycling Programs yang memungkinkan para konsumen mengirim kembali produk ke toko maupun secara online untuk kemudian didaur ulang.

 

Di Indonesia sendiri, ada salah satu komunitas yang menyediakan jasa daur ulang e-waste bernama EwasteRJ, yang baru-baru ini memecahkan rekor dengan mengumpulkan 2,4 ton e-waste dalam kurun waktu 6 bulan, dari Januari hingga Juni 2021. Wah, jumlah yang sangat besar, bukan? 

 

EwasteRJ 

 

Bagi kamu yang tinggal di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, kamu bisa langsung mengunjungi dropzones EwasteRJ yang ada di beberapa titik, tinggal pilih yang terdekat saja! Selain itu, EwasteRJ juga tersedia di beberapa kota besar seperti Bandung, Semarang, Jogja, dan Surabaya, lho! Wah, niat kamu untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan semakin dipermudah jika seperti ini. 

 

Kalau belum ada pusat daur ulang e-waste di sekitarmu, lakukan tindakan pencegahan untuk meminimalisir e-waste dengan merawat barang elektronik yang kamu punya sebaik mungkin sehingga bisa berumur panjang, ya!

 

References:

The Balance Small Business: E-Waste Recycling Facts and Figures 

The Balance Small Business: E-Waste and the Importance of Electronics Recycling  

CJD E-Cycling: 10 Environmental Benefits of E-Waste Recycling

Recycle Technologies: Six Benefits of Recycling E-Waste

Platinum Electricians: Tips For Recycling Your Electronic Waste Responsibly


This article is written by Amalia Diva


Related Post