LAHAN KERING BISA DISULAP JADI HUTAN?


LAHAN KERING BISA DISULAP JADI HUTAN? image

APA ITU AFFORESTATION?

Afforestation adalah kegiatan menanam pohon di lahan dengan kualitas tanah yang buruk seperti lahan bekas bertani serta padang rumput yang dieksploitasi untuk pakan ternak. Afforestation juga bisa dilakukan di lahan bekas pembangunan ataupun lahan yang memang tidak pernah ada hutan sebelumnya. 

Kegiatan afforestation menjadi semakin umum untuk dilakukan selama 50 tahun terakhir, terutama di Amerika Serikat dan Britania Raya. Padang rumput di seluruh Eropa juga sedang diubah kembali menjadi hutan. Begitu pula dengan Cina, India, negara-negara di Afrika Utara dan Tengah, serta Timur Tengah dan Australia, semuanya sedang mengerjakan proyek penghijauan atau afforestation ini. 

Ilustrasi menanam pohon. (Sumber: Tree photo created by freepik)

AFFORESTATION PENTING UNTUK DILAKUKAN, MENGAPA?

Alasan utama mengapa afforestation dilakukan adalah penangkapan karbon dioksida atau carbon capture yang secara alami dilakukan oleh pohon ketika tumbuh. Carbon capture merupakan sebuah proses di mana emisi karbon dioksida yang berasal dari sumber seperti pembangkit listrik tenaga batu bara ditangkap untuk kemudian disimpan atau digunakan kembali sehingga tidak memasuki atmosfer. Tujuan dari menahan karbon dioksida masuk ke atmosfer tentunya untuk membantu mengatasi perubahan iklim, itulah mengapa afforestation penting untuk dilakukan.

Selain carbon capture, simak beberapa manfaat lain dari afforestation di bawah ini!

  1. Mencegah erosi tanah dan banjir

Lahan kering dan tandus rentan akan erosi tanah dan banjir. Saat lahan yang tandus diterpa angin kencang, partikel-partikel besar tanah akan terbawa angin sehingga menyebabkan erosi tanah yang dapat memperburuk kualitas udara. Hujan juga akan menyebabkan banjir di lahan yang tandus sehingga lapisan atas tanah di lahan tersebut akan hanyut ke sungai dan sumber air di area sekitar lahan.

Namun, erosi tanah dan banjir tidak akan terjadi di lahan tandus jika ditanami pohon. Saat ada angin kencang, pohon akan bertindak sebagai penghalang angin dengan memperlambat kecepatan angin dan mengurangi kemampuan angin untuk membawa partikel besar tanah. Pohon juga dapat mencegah banjir karena memiliki akar yang akan menahan tanah tetap di tempatnya selama hujan berlangsung.

  1. Memperbaiki kualitas udara

Beberapa abad terakhir, manusia semakin banyak menghasilkan karbon dioksida melalui aktivitas seperti berkendara, pembakaran fosil, dan kegiatan industri pabrik, yang berpengaruh pada jumlah karbon dioksida di udara menjadi lebih banyak. Selain itu, aktivitas konstruksi berupa pembangunan gedung juga menghasilkan partikel debu di udara serta membuat hutan berkurang. Ini menyebabkan lebih banyak racun di udara.

Afforestation harus dilakukan karena pohon memegang peranan penting dalam membersihkan udara. Daerah dengan pohon yang banyak akan terhindar dari polusi udara karena pohon menyaring karbon dioksida dan mengeluarkan oksigen melalui kegiatan fotosintesis. Pohon juga membersihkan emisi gas rumah kaca dan menjebak partikel tanah di udara yang membantu meningkatkan kualitas udara menjadi lebih baik.

  1. Menciptakan ekosistem baru

Melakukan penanaman pohon di lahan tandus akan lebih menguntungkan daripada menanam pohon di hutan yang gundul. Walau menanam pohon di hutan yang gundul akan mengembalikan kesuburan hutan, namun menanam pohon di lahan tandus akan membantu menciptakan ekosistem baru, terutama bagi fauna dan juga flora yang terancam punah akibat habitat asli mereka yang dirusak.

Kebanyakan pemerintah dan institusi memulihkan lahan yang gersang dan kering menjadi lahan yang subur melalui penerapan afforestation. Ini juga akan membantu meningkatkan visualisasi daerah di sekitar lahan gersang tersebut menjadi lebih indah.

  1. Menstabilkan iklim

Afforestation akan membuat lahan gersang dan kering menjadi daerah subur dengan banyak pohon di mana hujan akan turun lebih sering. Itu kemudian dapat membantu menstabilkan iklim dan mengurangi efek rumah kaca sehingga temperatur tidak akan naik mengingat pohon adalah satu-satunya air conditioner (AC) alami di dunia.

  1. Meningkatkan kesuburan tanah

Melalui afforestation, lapisan tanah atas di lahan kering akan pulih karena mengandung nitrogen yang dapat menetralkan pH tanah. Saat tanah menjadi netral, kesuburan tanah akan meningkat sehingga membantu mengembangkan produktivitas ekosistem di sekitarnya. Tanah yang sehat juga dapat menjadi sistem penyaringan air alami dan juga sebagai sumber nutrisi untuk tumbuhan dan hewan yang terlibat dalam rantai makanan. 

Tanah juga mampu menahan sekitar tiga kali lebih banyak karbon dioksida daripada atmosfer, sehingga tanah adalah bagian penting untuk mitigasi perubahan iklim.

BERARTI TANAH KERING BENAR-BENAR BISA DISULAP JADI HUTAN?

Sudah ada buktinya, kok! Tapi, ada hal-hal yang harus diperhatikan, nih!

  • Jika tanah lapisan atas lahan kering sudah mengeras, maka tanah keras tersebut perlu dipecah dan diangin-anginkan.

  • Keberadaan gulma atau rumput liar pada sebuah lahan yang ingin dilakukan afforestation harus dibasmi.

  • Jenis pohon yang ditanam pada lahan target afforestation harus menyesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Jika lahan berada di daerah tropis, maka jenis pohon yang cocok adalah pohon yang tumbuh subur di kondisi panas dan lembab.

  • Jarak antar pohon dan arah matahari juga perlu diperhitungkan. Jka lahan afforestation ingin dijadikan sebagai penahan angin dan pencegah erosi untuk lahan pertanian di sekitarnya, maka pohon ditanam berdekatan dan harus diperkirakan agar  saat pohon tumbuh besar tidak menjadi penghalang sinar matahari bagi lahan pertaniannya.

SANTA ANTÃO DAN SANTIAGO, BUKTI KEBERHASILAN AFFORESTATION

Pulau Santa Antao sebelum afforestation (1950) Pulau Santa Antao setelah afforestation (2012)

Sumber gambar: eros.usgs.gov

  

Santo Antão dan Santiago adalah dua pulau terbesar yang berada di Cabo Verde atau Tanjung Verde, negara yang terdiri dari sekelompok pulau di lepas pantai barat Afrika. Setelah dijajah pada akhir tahun 1400-an, dua pulau besar ini mengalami kerusakan parah sehingga dilakukan program afforestation secara besar-besaran pada tahun 1975 setelah kemerdekaan.

Program afforestation tersebut berhasil memulihkan lebih dari 800 km persegi lahan dan secara drastis mengubah Cabo Verde. Tujuan dari pelaksanaan program afforestation di dua pulau tersebut adalah tak lain untuk mengendalikan erosi tanah, meningkatkan ketersediaan air, melestarikan keanekaragaman hayati, memperbaiki perekonomian lewat pemanfaatan sumber daya hutan, dan banyak keuntungan lainnya.

Perbandingan dua citra satelit yang menunjukkan penghijauan dramatis di lereng Pulau Santo Antão.

Sumber gambar: eros.usgs.gov

Gambar di atas adalah contoh penghijauan di dataran tinggi lembab di Santo Antão. Pada tahun 2003 (kiri), lahan hutan telah ada di beberapa lereng dan daerah dataran tinggi, hasil dari proyek afforestation sebelumnya pada tahun 1970-1980-an. Pada awal tahun 2000-an, penanaman baru dilaksanakan di lereng tetapi pohonnya belum tampak tumbuh sampai tahun 2003. Namun, pada tahun 2014, lahan hutannya menjadi lebih lebat dan muncul hutan baru serta perkebunan yang tumbuh di lereng yang lebih rendah. 

Perbandingan dua citra satelit yang menunjukkan penghijauan di lahan kering Pulau Santiago.

Sumber gambar: eros.usgs.gov

Gambar kedua di atas adalah gambar resolusi tinggi yang menunjukkan pelaksanaan program afforestation di tanah gersang di Santiago. Program tersebut dimulai pada tahun 2002 untuk memulihkan padang rumput yang rusak. Sebelumnya sudah terdapat beberapa lahan yang ditanami pohon-pohon namun tidak terlihat di citra satelit pada tahun 2002 tersebut. Hasil program afforestation terlihat pada tahun 2014, di mana seluruh wilayah ditutupi oleh perkebunan yang lebat.

Afforestation berdampak besar pada penduduk lokal di pulau Santa Antao dan Santiago. Sejak awal program afforestation dilakukan, perubahan positif terlihat signifikan pada vegetasi, penggunaan lahan, dan infrastruktur di pulau tersebut. Hutan-hutan di kepulauan Cabo Verde adalah contoh penggunaan lahan yang positif di Afrika Barat. Afforestation menjadi kunci untuk memperbaiki ekosistem karena terdapat perlindungan untuk menahan erosi serta dapat menjaga keberlanjutan sistem pertanian melalui pemanfaatan curah hujan.

This article is written by Amalia Diva

References: 

Tree HuggerConserve Energy Future: OvergrazingThe U.S. Department of Energy (DOE) WebsiteConserve Energy Future: Afforestation ; U.S. Geological Survey | Earth Resources Observation and Science (EROS): West Africa


Related Post