MENGENAL KEYSTONE SPECIES DAN PENGARUHNYA BAGI EKOSISTEM


MENGENAL KEYSTONE SPECIES DAN PENGARUHNYA BAGI EKOSISTEM image

KEYSTONE SPECIES, APAKAH INI?

Keystone species atau spesies kunci adalah organisme apapun—mulai dari hewan sampai bakteri—yang berperan dalam menjaga kestabilan suatu ekosistem. Organisme keystone species tidak harus yang berjumlah paling banyak dalam suatu ekosistem, namun ketiadaan mereka akan mengacaukan struktur dan fungsi ekosistem. Tidak ada organisme lain yang dapat menggantikan peran keystone species, sehingga ekosistem akan diubah secara paksa oleh organisme yang berusaha mendominasi peran keystone species setelah ketiadaannya. Itulah mengapa, kebanyakan organisme keystone species adalah hewan yang mempunyai pengaruh besar dalam jaring makanan.

 

Tidak ada organisme lain yang dapat menggantikan peran keystone species, sehingga ekosistem akan diubah secara paksa oleh organisme yang berusaha mendominasi peran keystone species setelah ketiadaannya.

TERNYATA BEGINI AWAL DITEMUKANNYA KEYSTONE SPECIES

 

Pisaster ochraceus, spesies bintang laut yang disingkirkan oleh Robert Paine. (Sumber: niabizoo.com

 

Robert Paine, seorang ahli ekologi terkenal, melakukan eksperimen di Teluk Makaw, Washington, pada tahun 1960an. Ia menyingkirkan satu spesies bintang laut di satu area spesifik teluk dengan tujuan untuk memahami jaring makanan pada ekosistem pasang surut teluk. Tidak membutuhkan waktu lama, rupanya tindakan Paine mengubah seluruh ekosistem dengan cepat. Paine akhirnya paham bahwa ada spesies tertentu yang memegang peranan sangat besar dalam keseluruhan struktur dan fungsi suatu ekosistem. Sementara organisme lain tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ekosistem mereka, terdapat organisme yang dapat merobohkan seluruh ekosistem dengan ketiadaan mereka. Begitulah kemudian Paine menciptakan istilah keystone species untuk organisme vital ini. 

 

JENIS KEYSTONE SPECIES DAN PENGARUHNYA BAGI EKOSISTEM 

 

Ilustrasi keystone species mutualis. (Photo by Skyler Ewing from Pexels)

 

Umumnya, para ilmuwan mengkategorikan keystone species menjadi tiga jenis, yaitu:

#1 Predator 

Keystone species jenis predator berperan mengendalikan populasi spesies mangsa. Predator mempengaruhi kuantitas hewan dan tumbuhan dalam jaring makanan. Jika tidak ada predator dalam suatu ekosistem, maka spesies mangsa akan meningkat drastis, mendominasi organisme lain sehingga keragaman spesies dalam suatu ekosistem menjadi berkurang. Fenomena tersebut merupakan trophic cascades atau kaskade trofik, yaitu efek samping terhadap struktur suatu ekosistem ketika terdapat salah satu spesies yang bertambah atau berkurang populasinya sehingga terjadi ketidakseimbangan pada jaring makanan ekosistem tersebut. 

 

Ilustrasi serigala di Taman Nasional Yellowstone. (Sumber: phys.org

 

Fenomena kaskade trofik karena kelangkaan predator pernah terjadi di Taman Nasional Yellowstone pada akhir tahun 1800an. Taman Nasional Yellowstone awalnya merupakan rumah bagi para serigala sebagai predator puncak dalam jaring makanan, yang berarti mereka berada pada tingkat paling atas dalam jaring makanan ekosistem di Taman Nasional Yellowstone—singkatnya, serigala adalah keystone species dalam ekosistem Taman Nasional Yellowstone. Namun, perburuan serigala menyebabkan populasi mereka musnah di tahun 1920an, Taman Nasional Yellowstone pun bebas dari serigala dan ekosistem taman kehilangan keystone species-nya. 

 

Efek hilangnya populasi serigala baru dirasakan setelah populasi rusa meledak. Kawanan rusa tidak perlu berlindung dari pemangsa mereka sehingga kemudahan mencari makanan menyebabkan sumber daya alam di taman berkurang dengan cepat dan berujung pada beberapa masalah lingkungan di ekosistem taman. Permasalahan tersebut diantaranya; lapisan atas tanah menjadi kering karena kehilangan tanaman penutupnya, kerusakan pohon dan tanaman lainnya menyebabkan kenaikan suhu pada danau dan sungai, serta erosi pada tepian sungai karena lahan basah kehilangan tanaman yang menahan tanahnya.

 

Akhirnya, para ahli biologi merespon permasalahan tersebut dengan mengirim kembali delapan serigala ke Taman Nasional Yellowstone pada tahun 1995. Walau cukup memakan waktu untuk menunggu para serigala beradaptasi, ekosistem taman kembali pulih melalui perubahan seperti populasi rusa menurun serta tumbuhan kembali hidup subur.  

 

 Ilustrasi serigala sebagai keystone species predator. (Sumber: yellowstonepark.com

#2 Insinyur Ekosistem 

Spesies hewan yang termasuk dalam jenis keystone species ‘insinyur ekosistem’ adalah organisme yang menciptakan, mengubah, atau menghancurkan sebuah habitat dalam suatu ekosistem. Insinyur ekosistem mempengaruhi aktivitas organisme lain serta membentuk keanekaragaman hayati suatu ekosistem secara keseluruhan. 

 

Ilustrasi berang-berang membangun bendungan. (Sumber eandt.theiet.org)  

 

Berang-berang merupakan keystone spesies yang termasuk dalam jenis insinyur ekosistem ini. Di Amerika Utara, berang-berang menjadi insinyur ekosistem di hutan dengan membangun lahan basah dan kolam baru tanpa henti melalui bendungan dan pondok yang mereka ciptakan. Berang-berang merupakan insinyur ekosistem yang luar biasa, mereka produktif bekerja dan membangun bendungan dengan membawa lumpur dan batu menggunakan cakar depan, serta menggunakan gigi mereka untuk membawa kayu. Bendungan yang dibangun oleh berang-berang mengalihkan air sungai serta mengubah sungai kecil menjadi kolam dan danau sehingga dapat digunakan oleh hewan dan tumbuhan lain untuk berkembang dan bertahan hidup. Selain itu, berang-berang membangun bendungan dengan mengambil pohon yang sudah tua atau mati di sepanjang tepian sungai sehingga membantu ekosistem sungai dan memungkinkan pohon baru yang lebih sehat tumbuh lebih subur. 

 

#3 Mutualis

Keystone species ‘mutualis’ adalah saat dua atau lebih spesies organisme dalam suatu ekosistem mengandalkan satu sama lain untuk bertahan hidup, dengan kata lain terjadi simbiosis mutualisme, yaitu hubungan saling menguntungkan antara satu spesies dengan spesies lainnya. Interaksi timbal balik antar mutualis ini akan rusak apabila salah satu spesies mengalami kepunahan, yang juga akan merusak keseluruhan ekosistem pada habitat hewan jenis keystone species mutualis ini. Bukan antara predator dengan mangsanya, hubungan antar spesies pada jenis keystone species mutualis ini banyak terjadi antara hewan penyerbuk dengan tumbuhan. Hewan penyerbuk seperti kupu-kupu dan lebah, membutuhkan serbuk sari dari bunga untuk makanan sehingga dalam proses mengumpulkan makanan mereka dapat menyerbuki spesies bunga yang berbeda sekaligus. Namun, terdapat spesies bunga yang hanya bisa diserbuki oleh spesies hewan penyerbuk tertentu, seperti yang terjadi pada kasus burung kolibri, sehingga penyerbukan spesies bunga yang bergantung pada burung kolibri akan terkena dampaknya apabila burung kolibri punah. 

 

Ilustrasi burung kolibri sedang menghisap nektar. (Photo by Djalma Paiva Armelin from Pexels)

 

Burung kolibri adalah penyerbuk yang giat mencari makanan sepanjang hari, mereka mengunjungi banyak bunga berbeda demi mendapatkan nektar. Seekor burung kolibri yang lapar akan mengunjungi sekitar 1.000 sampai dengan 3.000 bunga per hari untuk mendapatkan nektar agar dapat memenuhi kebutuhan kalori serta bahan bakar metabolisme tubuh mereka yang cepat. Frekuensi burung kolibri untuk mencari makan yang tinggi ini menjadikan burung kolibri sebagai spesies burung yang ideal untuk membantu penyerbukan. Itulah mengapa, peran mereka sangat penting dalam penyerbukan untuk memudahkan reproduksi berbagai jenis bunga. Bahkan, banyak bunga yang telah berevolusi dengan mengembangkan karakteristiknya agar dapat menarik burung kolibri untuk hinggap. Bunga-bunga tersebut kebanyakan ditemukan di daerah rawan hujan seperti hutan hujan di dataran rendah serta hutan berawan di pegunungan tropis.

Para ilmuwan menyatakan banyak bunga di daerah tersebut yang mengandalkan burung kolibri sebagai hewan penyerbuk karena lebah dan serangga terbang lainnya tidak bertahan dengan baik di daerah rawan hujan. Maka dari itu, burung kolibri yang hidup di daerah tersebut merupakan hewan endemik—hewan yang hanya ada di suatu daerah tertentu—yang bergantung pada keberadaan bunga-bunga di daerah tersebut untuk bertahan hidup. Entah itu burung kolibri atau bunganya, mereka sama-sama tidak akan bertahan jika salah satu spesies punah. 




References: 

NRDC | Keystone Species 101

National Geographic | Keystone Species

Treehugger | What Is a Trophic Cascade? Definition and Ecological Impact 

National Geographic | Role of Keystone Species in an Ecosystem 

National Park Service | Acadia's North American Beaver: The Ultimate Keystone Species 

Greentumble | What Effect Do Keystone Species Have on an Environment? 

ScienceNordic | Hummingbirds are ecological super-specialists 

Birdwatching Buzz | Do Hummingbirds Pollinate? 



This article is written by Amalia Diva. 


Related Post